HAKIM PENGADILAN AGAMA DI MATA HUKUM
DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PANCASILA

ALIMUDDIN, S.HI

ABSTRAK

Eksistensi hakim Pengadilan Agama sejatinya telah diperkuat dengan amandemen UUD 1945 yang berimplikasi pada kedudukan Pengadilan Agama sejajar dengan badan peradilan lainnya di bawah Mahkamah Agung, sebagai konsekuensi, harus ada upaya nyata agar kesederajatan itu tidak sekedar pada tatanan normatif, tetapi harus berwujud secara substantif baik yang berkaitan dengan administrasi dan manajemen peradilan maupun dalam penyelenggaraan tugas peradilan. Hakim Pengadilan Agama di mata hukum dalam perspektif filsafat Pancasila menggambarkan bahwa Pancasila dimaknai tidak hanya sebagai dasar negara dan pilar demokrasi, tetapi secara filosofis Pancasila harus dimaknai dengan pedoman dan pandangan hidup bagi hakim Pengadilan Agama. Pandangan hidup yang dimaksud adalah nilai-nilai universal yang ada dalam Pancasila dengan rumusan lima sila (dasar). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan desain penulisan deskriptif analitis, diharapkan nantinya dengan rumusan ini mampu memberikan pencerahan bagi hakim Pengadilan Agama tentang Pancasila dalam dimensi filosofis.

Kata kunci : Hakim Pengadilan Agama, Hukum, Filsafat Pancasila

Pendahuluan

Hakim merupakan pengemban hukum praktis yang menjadi tulang punggung dalam kegiatan penalaran hukum. Namun demikian peran hakim dalam suatu tradisi hukum sangatlah berbeda dengan antara satu dengan yang lain. Dalam tradisi hukum common law, hakim menempati posisi yang sangat penting dan strategis dalam pembentukan hukum. Karena Pada hakekatnya Common law adalah sebuah judge made law, artinya hukum yang dibentuk oleh peradilan hakim-hakim kerajaan dan dipertahankan berkat kekuasaan yang diberikan kepada preseden-preseden (putusan) hakim-hakim. Sistem Hukum common law terikat oleh Asas Stare decisis yakni asas yang menyatakan bahwa keputusan hakim yang terdahulu harus diikuti oleh hakim yang memutuskan kemudian.

Baca Selengkapnya

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg