Bertempat di aula Pengadilan Tinggi Agama Medan, pada hari Senin tanggal 20 Mei 2024  tepatnya pukul 09.30 Wib dilaksanakan acara Pengantar Tugas Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan atas nama Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. Acara Pengantar atau Pengantar Tugas ini dihadiri oleh seluruh Pengawai Pengadilan Tinggi Agama Medan dan Dharmayukti Karini Pengadilan Tinggi Agama Medan. Acara dibuka oleh MC Sri Fitriati, S.Kom. (Pranata Komputer Pengadilan Tinggi Agama Medan). Dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Jasman, S.H. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan). Kemudian untuk mengambil berkah dari acara ini dilanjutkan dengan pembacaan Do’a oleh Drs. Ali Mukti Daulay (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Untuk mewujudkan tali kasih antara Keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan Bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. yang sebagai Hakim Tinggi ke Mutasi ke Makamah Syar’iyah Aceh, maka Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Agama Medan membarikan cindra mata sebagai tanda kenang-kenangan. Acara pemberian Cindra Mata di awali oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Bapak Dr. H. Zulkifli Yus., M.H.

Acara penyampaian Kesan dan Pesan oleh Bapak Dr. Drs. H. Paet Hasibuan, S.H., M.A.(Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan) segaligus mewakili dari seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan. Pertama-tama menyampaikan selamat kepada Bapak  Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. yang Mutasi ke Mahkamah Syar’iyah Aceh sebagai Hakim Tinggi, mudah-mudahan tidak berapa lama lagi Bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. dipromosi menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Banding, Aamiin Yarabbal Alamin. Selanjutnya Bapak Dr. Drs. H. Paet Hasibuan, S.H., M.A. yang mewakili seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan mengucapkan maaf atas keselahan dan kehilafan selama bergaul dan bertugas di Pengadilan Tinggi Agama Medan. Begitu juga sebaliknya kami keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan telah terlebih dahulu memberikan maaf atas segala kesilafan dan kesalahan selama ini.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian Pesan dan Kesan dari bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. yang akan meninggalkan tugas dari Pengadilan Tinggi Agama Medan dan akan melaksanakan tugas di tempat yang baru yakni di Mahkamah Syar’iyah Aceh, sebagai Hakim Tinggi. Pertama-tama menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kehilafan selama ini baik dalam kondisi sadang melaksanakan tugas, maupun dalam pergaulan sehari-hari. Begitu juga sebaliknya kami sekeluarga sudah memberikan maaf kepada seluruh keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan atas kekhilafan dan kesalahan selama ini. Bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. juga menyampaikan ucapan terimah kasih kepada Bapak Ketua, Bapak Wakil dan jajarannya yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepadanya dalam melaksanakan tugas, sehingga telah dapat melaksanakan tugas dengan sebagaik-baiknya di Pengadilan Tinggi Agama Medan. Kemudian Bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. juga menyampaikan ucapan terimah kasih kepada Rekan kerja dalam menangani dan menyelesaikan perkara seperti Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti yang telah dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian Kesan dan Pesan dan pengantar tugas oleh Ketua PTA. Medan Bapak Dr. H. Zulkifli Yus, M.H. Pertama-tama menyampaikan ucapkan terimah kasih kepada Bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H. yang selama ini telah melaksanakan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya. Insya Allah Bapak bertugas di Aceh akan merasa nyaman dan lebih Sukses lagi bertugas di Aceh, sehingga dapat mempermudah Bapak Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H., untuk di promosi menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Banding, karena Bapak telah lulus Fid and proper tes calon Wakil Ketua Pengadilan Tingkat Banding dilingkungan Peradilan Agama. Acara penyampaian pesan, kesan dan pengantar tugas ini diakhir oleh Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan membacakan beberapa buah pantun.

Demikian acara Pengantar Tugas Drs. H. Muhammad Taufik,  S.H., M.H.,  ini dilaksanakan semoga kedepan lebih sukses lagi. Amin Yarabbal Alamin. (Jas)

 

Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal  20 Mei 2024, pukul 08.30 Wib. dilaksanakan Kegiatan Pembinaan mental. Sesuai dengan Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramah adalah  Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan),  Penceramah mengambil temah adalah “Mensyukuri Nikmat Allah SWT Merupakan Ibadah”,  kegiatan ceramah dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan. Pembawa Acara dalam pembinaan mental ini adalah Chamami  (Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Dalam Ceramahnya  penceramah bapak Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, M.H, menyampaikan bahwa manusia harus menjaga nikmat panca indra, dengan selalu bersyukur kepada Allah. Ketika nikmat manusia dikurangi, barulah ia sadar bahwa betapa besar nikmat panca indra yang diberikan Allah kepadanya. Misalnya penglihatan mata yang lengkap dan jelas, ketika nikmat pengelihatan dikurangi baru kita merasakan begitu besar nikmat pengelihatan itu, karena sejujurnya tidak semua orang bisa memiliki panca indra yang sempurna. Oleh karena itu  agar umat Islam selalu menggunakan lisan dengan baik, seperti berkata yang jujur, benar dan santun. Bahkan jika seseorang tidak bisa berkata benar, maka diam adalah pilihan yang terbaik. Gunakanlah penglihatan untuk memandang hal-hal yang baik dan halal atau berbicara hal-hal yang baik dan benar, itulah cara terbaik bersyukur atas nikmat panca indra kita. Panca indra akan bersaksi saat manusia dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Karena itulah, ketika manusia bertindak, harus dipikirkan sebaik-baiknya. Bahwasannya kehidupan kita di dunia ini untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya bagi kehidupan kita kelak di akhirat. Karena di akhirat nanti, sesungguhnya semua anggota tubuh kita bersaksi dan bisa membantah ketika lisan kita menyatakan yang tidak benar. Selain itu bentuk syukur yang bisa dilakukan untuk panca indra adalah dengan merawat sebaik-baiknya. Ia mencontohkan, untuk nikmat pengelihatan misalnya, seseorang bisa merawatnya dengan nutrisi mata atau mempergunakan mata untuk melihat hal-hal baik yang dapat mendekatkan diri kita pada Allah SWT.

Bersyukur dengan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT sangatlah penting. Bagaimana tidak, Allah SWT sudah melimpahkan begitu banyak nikmat dan keberkahan dalam hidup kita, sudah sepantasnya kita mensyukuri semua itu dengan meningkatkan ibadah kita. Meningkatkan ibadah seperti sholat tepat waktu, sholat dengan khusyu’, tadarus Al Quran setiap selesai sholat, berzikir, berpuasa di bulan ramadhan seharusnya bisa kita lakukan.

Sebagaimana Firman Allah dalam hadis qudsi: “Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku senangi daripada melaksanakan apa yang Aku fardukan atasnya. Dan, tidak pula hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri dengan melakukan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencitainya. Dan, bila Aku mencintainya, menjadilah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia memegang, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepada-Ku maka pasti Ku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindungan-Ku maka pasti ia Ku lindungi. (HR Bukari Muslim). 

Mencintai tubuh dan menjaganya agar selalu sehat merupakan salah satu wujud dari rasa bersyukur kita kepada Allah SWT karena Allah SWT telah memberikan kita tubuh yang sehat, baik itu secara jasmani maupun rohani, tubuh dengan anggota badan yang sempurna. Rasa syukur juga bisa kita wujudkan dengan selalu memakan makanan yang halal dan sehat, tentunya dari rezeki yang halal, seperti yang tertuang dalam Surah Al Baqarah ayat 172 :

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.S. Al Baqarah: 172).

Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

(Jas). 

 

Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal  13 Mei 2024, pukul 08.30 Wib. dilaksanakan Kegiatan Pembinaan mental. Sesuai dengan Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramah adalah  Dr. H. Zulkifli Yus, M.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan),  Penceramah mengambil temah adalah “Ibadah Salat membentuk kepribadian muslim”,  kegiatan ceramah dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan. Pembawa Acara dalam pembinaan mental ini adalah Muhammad Sahrun, S.H.I., M.H.  (Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Dalam Ceramahnya  penceramah Bapak Dr. H. Zulkifli Yus, M.H., menyampaikan bahwa salah satu manfaat utama Sholat Subuh adalah membantu membangun kedisiplinan diri. Melakukan ibadah ini pada waktu yang sangat awal menuntut kedisiplinan dalam membangunkan diri dari tidur dan melaksanakan aktivitas ibadah secara teratur. Selain manfaat spiritual, Sholat Subuh juga memberikan manfaat kesehatan fisik. Melakukan gerakan-gerakan sholat seperti rukuk, sujud, dan berdiri dapat melibatkan berbagai otot tubuh. Gerakan ini membantu melenturkan dan memperkuat otot-otot, menjaga kelenturan tubuh, serta meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu, melakukan Sholat Subuh di pagi hari juga memicu pelepasan endorfin, hormon kebahagiaan, yang dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan energi positif sepanjang hari.  Sholat Subuh di pagi hari memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah secara pribadi dan mendapatkan ketenangan batin. Sholat Subuh merupakan cara yang efektif untuk memulai hari dengan produktivitas yang tinggi. Setelah menunaikan ibadah ini, seseorang merasa segar, konsentrasi meningkat, dan pikiran yang jernih. Sholat Subuh adalah ibadah yang mendatangkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang melaksanakan sholat ini secara konsisten. Begitu juga dengan Shalat Jurhur, Ashar, Magrib dan Isa.

Bahwa mengingat banyaknya umat yang enggan atau malas dalam mendirikan shalat atau umat ingin shalat tapi tidak tahu ilmunya, atau mengerjakan namun keliru, atau mendirikan dan melaksanakan shalat namun tidak menghayati kandungan dan makna dalam shalat tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan itu layak untuk dikemukakan, mengingat masih banyaknya umat Islam saat ini yang melaksanakan shalat, namun seolah shalatnya tidak memberikan dampak apapun dalam perilaku keseharian, baik perilaku individual maupun perilaku sosial.

Allah SWT, telah berfirman di dalam QS. Al-Ankabut (29) : 45 :
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sesungguhnya shalat yang khusyu, disertai hati yang tunduk, pengerjaan rukun, dan penghayatan bacaan dengan benar dan ikhlas memiliki dampak efektif dalam mencegah perbuatan keji dan mungkar. Shalat yang dilakukan dengan kehadiran hati pada setiap apa yang dilakukan, merupakan dzikir yang murni karena Allah Ta’ala yaitu shalat yang menyatukan gerak hati, lisan, dan anggota badan secara integral.
Dengan memahami terhadap makna kata-kata yang terdapat dalam QS. Al-ankabut (29) 45, maka minimal ada 4 hal pokok yang harus tertanam pada diri seseorang dalam mengerjakan sholat. Ke 4 hal tersebut adalah :

  1. Shalat itu harus dikerjakan secara berkesinambungan dengan mentaati syarat-syarat dan rukun-rukunnya;
  2. Shalat merupakan pemberi ingat kepada yang melaksanaknnya, dan shalat itu sendiri yang nantinya akan melarang melakukan pelanggaran yang tidak diridhoi Allah SWT;
  3. Shalat hanya akan mempunyai peranan yang sangat besar dalam mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar, apabila shalat dilaksanakan dengan kesempurnaan dan berkesinambungan.
  4. Mengingat Allah memerlukan latihan kejiwaan dan pengulangan pengalaman agar ia menjadi kebiasaan yang melekat.

Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

(Jas). 

 

Bertempat di aula Pengadilan Tinggi Agama Medan, pada hari Senin tanggal 6 Mei 2024 tepatnya pukul 09.00 Wib dilaksanakan acara Pelepasan Calon Jamaah Haki dari Pengadilan Tinggi Agama Medan atas nama Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, M.H. beserta Isteri, Fakhruddin Siregar, S.Ag, M.H. beserta Isteri, Drs. Rizal Siregar, S.H. beserta Isteri dan Armiwati Nasution, S.H. beserta Suami. Acara Pelepasan Jamaah Haji ini dihadiri oleh seluruh Pengawai Pengadilan Tinggi Agama Medan. Acara dibuka oleh MC Sri Fitriati, S.Kom. (Pranata Komputer Pengadilan Tinggi Agama Medan). Dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Jamaluddin, S.Ag, M.H. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari yang mewakili calon jamaah Haji dari Pengadilan Tinggi Agama Medan yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, M.H. yang menyampaikan sangat bahagia dengan dibuatnya acara pelepasan calon jamaah haji di Pengadilan Tinggi Agama Medan ini. Dengan adanya acara seperti ini dapat mendorong semangat kami dalam menunaikan ibadah haki tahun 2024 ini. Untuk itu kami banyak mengucapkan terimah kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan. Selanjutnya Bapak Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, M.H. menyampaikan agar kami yang mau berangkat Haji ini dapat diberikan maaf atas kesalahan dan kekhilafan selama ini, agar dosa-dosa keselahan kami tersebut dapat diampuni oleh Allah SWT.

 

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan yang menyampaikan bahwab bagi calon jemaah haji yang akan segera berangkat, saya ingin mengucapkan selamat atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan ibadah haji, yang merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji, dan membawa mereka kembali ke tanah air dengan hati yang bersih dan menerima pahala yang besar. Mari kita doakan dan dukung para calon jemaah haji kita dalam menjalankan ibadah haji dengan penuh kesungguhan dan khusyu'. Serta, mari kita jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Terakhir Bapak Ketua juta menyampaikan persiapan-persiapan yang harus disiapkan selama menunaikan ibadah haji, nantinya, agar semua calon jamaah haji dari Pengadilan Tinggi Agama Medan dapat menjalankan ibadahya dengan lancar dan sukses. Aamiin.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cendra mata dari keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Medan kepada calon Jemaah Haji, yang diserahkan oleh Ketua Pengadilan Tinghi Agama Medan dan keluarga besar pengadilan Agama Medan. Acara ditutup dengan pembacaan Do’a yang dipimpin oleh Drs. Ali Mukti Daulay.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal 'alamin.(Jas)

 


Pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2024, Pengadilan Tinggi Agama Medan tingkatkan silaturahmi diantara seluruh Aparatur PTA Medan, Para Keluarga Aparatur PTA Medan dan turut juga diundang Para Sesepuh PTA Medan yaitu  Para   Purnabakti  Hakim Tinggi yang pernah mengabdi di PTA Medan diantaranya Bapak. H. Arso, H. Syahron,  Hasan Basri Harahap, dll.  Kegiatan tersebut digelar di Lantai III Kantor Pengadilan Tinggi Agama Medan Jl. Kapten Soemarsono  No 12 dalam bentuk acara buka bersama.

Pembawa acara Sri Fitriati, S.Kom memandu rangkaian acara  yang dimulai dengan pembacaan ayat suci AlQuran, sambutan dari Ketua Panitia  dilanjutkan  sambutan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan ( Bapak DR. H. Zulkifli Yus, S.H.,M.H.) dan ceramah agama yang disampaikan oleh salah seorang Hakim Tinggi yaitu Drs. H. Ahmad Musa Hasibuan, S.H., M.H. , serta  pembagian  zakat  kepada para pengawai honor PTA Medan yang mustahak dan ditutup dengan doa.

  

  

            Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para Sesepuh PTA Medan dan selanjutnya menyampaikan bahwa acara buka bersama ini dilaksanakan sebagai momen Ramadhan guna untuk meningkatkan silaturahmi diantara Para Keluarga  Aparatur PTA Medan  dan juga dengan Para Purnabakti yang pernah mengabdi di Pengadilan Tinggi Agama Medan dan diharapkan dapat menjadi nilai ibadah yang diterima oleh  Allah SWT. Selanjutnya Ketua PTA Medan didampingi Wakil Ketua PTA Medan Bapak (Drs. H. Alaidin, S.H.,M.H.)  membagikan  zakat kepada pegawai honor yang mustahak  yang mengabdi di PTA Medan yang mana zakat tersebut  adalah merupakan bagian dari zakat seluruh hakim dan Pegawai PTA Medan.

            Setelah rangkaian acara selesai dilanjutkan dengan buka bersama dan sholat berjamaah serta  foto bersama, (ZHR)

  • 779-s-alaidin.jpg
  • 780-s-sahrudin.jpg
  • 781-s-fakhruddin.jpg
  • 782-s-mnasri.jpg
  • 783-s-arief.jpg
  • 784-s-tiwi.jpg
  • 785-s-anang.jpg
  • 786-s-ramadhan.jpg