
Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal 1 Januari 2024, pukul 08.30 Wib. dilaksanakan Kegiatan Pembinaan mental. Sesuai dengan Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramah adalah Dr. H. Zulkifli Yus, M.H., (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan), Penceramah mengambil temah adalah “Membangun Kepekaan Sosial”, kegiatan ceramah dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan dan mahasiswa-mahasis magang dari Universitas Pambangunan Panca Budi. Pembawa Acara dalam pembinaan mental ini adalah Drs. Ali Mukti Daulay. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan).
Dalam Ceramahnya penceramah bapak Dr. H. Zulkifli Yus, M.H., menyampaikan sebagai berikut :
Secara harfiah, istilah “kepekaan” (sensitivity) berasal dari kata peka (sensitive) yang berarti mudah merasa atau mudah terangsang, atau suatu kondisi seseorang yang mudah bereaksi terhadap suatu keadaan. Apabila dikaitkan dengan kondisi sosial (kemasyarakatan) maka istilahnya menjadi kepekaan sosial (sosial sensitivity), ialah kondisi seseorang yang mudah bereaksi terhadap masalah-masalah sosial/ kemasyarakatan. Kepekaan sosial merupakan kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun nonverbal. Seseorang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi akan mudah memahami dan menyadari adanya reaksi-reaksi tertentu dari orang lain, entah reaksi tersebut positif ataupun negative. Adanya kepekaan sosial akan membuat seseorang dapat bersikap dan bertindak yang tepat terhadap orang lain yang ada di sekitarnya. Jadi, orang yang memiliki kepekaan sosial pastinya akan menjadi pribadi yang asyik untuk diajak bergaul. Banyak teman yang akan suka kepadanya dan merasa nyaman bersamanya.

Nabi bersabda “Muslim yang paling utama adalah seorang muslim dimana orang-orang muslim (lainnya) selamat dari keburukan mulut dan tangannya”. Maksudnya, setiap muslim yang paling utama adalah seorang muslim yang tidak merugikan orang lain, baik melalui lisan atau tindakannya. Rasulullah SAW selalu mengajarkan untuk berbagi makanan dengan kerabat atau tetangga. Orang-orang yang sering berbagi makanan bahkan disebut terjamin masuk surga. Makan merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Setiap makanan yang masuk ke tubuh akan menjadi energi yang membuat organ tubuh bisa berfungsi optimal. Namun ada kalanya, beberapa kondisi membuat orang kesulitan mendapatkan makanan, misalnya keadaan ekonomi. Kondisi inilah yang membuat orang yang berkecukupan diwajibkan untuk berbagi makanan. Bahkan sebagai umat muslim, disunnahkan berbagi makanan dengan tetangga. Rasulullah SAW bahkan kerap mencontohkan untuk berbagi makanan dengan kerabat dan tetangga meskipun jumlahnya tak banyak. Membagi makanan dengan tetangga tidak harus ketika memiliki banyak makanan. Dalam jumlah sedikitpun tidak masalah. Akan berdosa seorang muslim jika merasa perutnya kenyang sementara tetangganya kelaparan.
Mari kita perbaiki hidup kita dengan cara membenahi cara kita berkumpul, syukur-syukur bisa memberi manfaat kepada orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda: Sebaik-baik orang adalah yang dapat memberi manfaat kepada sesama. Lebih baik lagi jika kita mampu menciptakan kebahagiaan orang lain, menjadi orang yang melegakan semua pihak.
Hadits riwayat Ibnu Abbas RA, bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda: "sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain". Yang terpenting adalah selama tidak melanggar aturan syara'. Bisa dengan perkataan yang menyenangkan, bisa dengan sikap rendah hati, tidak merasa yang paling mulia sendiri, menghormati hak-hak orang lain dan sebagainya.
Kesimpulannya : Jangan sampai merugikan orang lain Sebisa mungkin kita berusaha menjadi orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain, membahagiakan orang lain, melegakan hati orang lain, menghormati hak-hak sesama. Jika hidup kita demikian, artinya, menghormati hak-hak orang lain, berusaha membahagiakan sesama, insya Allah kita akan selamat, tentram dan dijauhkan dari hal-hal yang tak disukai. Semoga Allah SWT memberikan ridha kepada kita semua, hidup kita selalu dibina, dibimbing menuju ridha-Nya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.
Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
(Jas).