Pasal 52 A Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 menegaskan bahwa Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memberikan itsbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan pada tahun Hijriyyah. Dalam tataran praktis, Itsbat kesaksian rukyat hilal oleh Pengadilan Agama dijadikan sebagai salah satu acuan oleh Menteri Agama selaku Ketua Sidang Itsbat, dalam menentukan awal atau akhir bulan Qomariah, terutama awal dan akhir bulan Ramadhan. Atas dasar itu, aparat Pengadilan Agama berkewajiban melaksanakan tugas dan kewenangan tersebut dengan penuh kesungguhan, apatah lagi tugas dan kewenangan dimaksud sungguh sangat mulia karena berkaitan dengan hajat ummat Islam.

Pelaksanaan rukyat hilal awal dan akhir ramadlan dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Agama. Tim rukyat yang ditunjuk di suatu lokasi rukyat, biasanya berasal dari ahli falak/astronomi dari lingkungan pesantren, instansi pemerintah dan perguruan tinggi serta Pengadilan Agama (hakim dan panitera). Bahkan di luar tim yang telah ditunjuk, rukyat dilaksanakan juga oleh ulama yang berasal dari pondok pesantren/ormas Islam yang ada di kabupaten/daerah di mana tempat rukyat berada. Dalam pelaksanaan rukyat tersebut biasanya dihadiri juga oleh masyarakat umum.

Download Selengkapnya

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg