Mengapa Perceraian di Indonesia Meningkat?

Oleh : Rahmat Arijaya, S.Ag., M.Ag.
(Hakim Pengadilan Agama Cilegon – Staf Khusus Dirjen Badilag Urusan LN)

 

Baru-baru ini, seorang sarjana Muslim terkemuka di Indonesia, Nazarudin Umar, mengungkapkan rasa ingin tahu mengapa tingkat perceraian di Indonesia meningkat, terutama setelah Mahkamah Agung mengadopsi sistem peradilan satu atap. Menurutnya, kebanyakan hakim di Pengadilan Agama terlalu mudah mencerai pasangan suami isteri.

Sebagai seorang hakim, dan berdasarkan pengalaman saya dalam banyak kasus perceraian, pernyataan tersebut benar-benar salah. Lebih buruk lagi, Nazarudin mengatakan kebanyakan hakim termotivasi untuk mendapatkan "kredit poin " untuk promosi karir mereka. Semakin banyak menceraikan pasangan suami isteri, semakin banyak pula kredit poin yang diraih.


Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari artikel yang telah dimuat di www.thejakartapost.com pada tanggal 12 September 2011.

Selengkapnya, Klik Disini
Versi Bahasa Inggris di www.thejakartapost.com silahkan, Klik Disini


 

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg