PRINSIP KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK
DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN AGAMA

Diana Evrina Nasution
Hakim Pengadilan Agama Pematangsiantar
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

Abstrak

Komunitas anak memiliki karakteristik dan kerentanan tertentu yang penting dicermati oleh para penyelenggara negara. Instrumen-instrumen HAM internasional dan nasional memberikan pengakuan dan dorongan normatif terhadap upaya-upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak sebagai HAM. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis, tulisan ini membahas kedudukan hak-hak anak dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak serta implementasinya dalam cakupan kewenangan absolut di lingkungan peradilan agama. Kata kunci: instrumen HAM, kepentingan terbaik bagi anak, kompetensi absolut, peradilan agama

Pendahuluan

Hak-hak anak merupakan hak asasi manusia (HAM). Dalam kedudukannya sebagai HAM, negara sebagai pemangku kewajiban (duty bearer) memiliki tiga obligasi penting, yakni kewajiban menghormati, kewajiban melindungi dan kewajiban memenuhi HAM.2 Negara yang dimaksud dalam konteks Indonesia adalah pemerintah dalam arti luas termasuk eksekutif, legislatif dan yudikatif serta pemerintahan daerah, kepala daerah dan satuan kerja perangkat daerah serta DPRD.

Baca Selengkapnya

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg