
Bina mental yang dilaksanakan pada akhir bulan Agustus jatuh di hari Kamis, 26 Agustus 2021 dan dibawakan oleh Hakim Pengadilan Agama Pematangsiantar Muhamad Tambusai Ad Dauly, S.H.I di Ruang Sidang Pengadilan Agama Pematangsiantar mulai pukul 08.30 WIB. Beliau mengawali bina mental ini dengan menanyakan, “Apakah para hadirin disini pernah melihat angsa? Tentu kita semua pernah melihatnya. Dan hari ini saya akan menceritakan inspirasi dari formasi V angsa.”
Tema bina mental kali ini terinspirasi dari filosofi angsa yang terbang secara berkelompok. Angsa-angsa tersebut saat terbang akan selalu membentuk formasi “V”. Ternyata hal itu menyebabkan efisiensi seluruh grup akan meningkat sebesar 71% dibandingkan dengan terbang sendiri. Dari hal ini, kita bisa memaknai bahwa bekerja scara tim dengan arah tujuan yang sama, membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan ringan.
Lalu jika salah satu angsa meninggalkan formasi, dan mengalami kesulitan terbang sendiri, maka ia akan segera mungkin kembali ke formasi agar bisa berbagi efek terbang dalam formasi. Makna hidup yang dapat dipetik ialah jika 1 orang tidak bisa mengikuti ritme kerja pasti akan ketahuan, sehingga harus bisa untuk mengimbangi. Kekompakan dalam tin untuk bergerak ke satu tujuan akan membutuhkan lebih sedikit energi serta menjadi lebih mudah dan menyenangkan mencapai tujuan.
Selain itu, jika leader angsa tersebut kelelahan maka ia akan berpindah ke ujung formasi dan sementara itu angsa lain akan mengambil alih tempatnya. Maka bisa dimaknai bahwa bisa saja suatu saat pimpinan akan berhalangan hadir di kantor untuk itu harus ada yang akan menggantikan peran pimpinan tersebut sehingga setiap anggota harus bisa menggali potensi dirinya dan harus mampu apabila ditunjuk untuk menggantikan sementara peran pimpinan yang berhalangan tersebut.
Kawanan angsa saat terbang dalam formasi V sambil bersuara yang artinya memberi semangat terbang ‘tim leader’. Maknanya ialah bila ada semangat dan penyemangat, kecepatan penyelesaian pekerjaan lebh besar , karena keberadaan “semangat” akan selalu memotivasi, menolong dan menguatkan sehingga menghasilkan kualitas terbaik. Jika semangat dalam bekerja hilang sama dengan hilangnya iman dalam beribadah.
Apabila salah satu angsa sakit atau kelelahan, dia akan tertinggal dan keluar dari formasi, maka beberapa angsa lain akan keluar dari formasi dan membentuk formasi baru untuk menolong dan mengawal dia sampai ia sehat dan kembali masuk ke formasi. Hal ini berarti bahwa tinggalah berdampingan dengan yang lain apapun
perbedaan kita, terutama saat menghadapi kesulitan dan tantangan yang besar karena kita pasti membutuhkan bantuan orang lain saat kita mengalami kesulitan.
Point penting yang dapat dipetik dari bintal hari ini ialah jika kita kompak dan saling mendukung, menyatu dan menjiwai kerjasama yang baik, melupakan perbedaan masing-masing maka kita akan selalu dapat mengatasi rintangan dan tantangan, serta jika kita selami arti dari persahabatan dan diantara kita selalu bersedia untuk saling berbagi maka hidup akan lebih berarti dan kita akan melewati waktu mendatang dengan kebahagia.
“Let’s be like the goose” dalam melaksanakan tugas sehari-hari di kantor agar semakin kuat kekompakan dan kebersamaan diantara kita, ungkap beliau menutup bintal hari ini.
Tim IT PA Pematangsiantar