Tuesday Meeting
PA Sibolga Memiliki 2 Orang Role of Model

www.pa-sibolga.net

Seperti biasanya PA Sibolga, dalam setiap satu minggu sekali mengadakan pertemuan yang biasa disebut Tuesday meeting. Pada rapat mingguan kali ini, pada tanggal 2 April 2013 ada 3 agenda yang di bahas, yakni pertama: Penyampaian BINTAL, Kedua : rapat koordinasi, Ketiga : penghitungan polling role of model.

Sebelum agenda rapat dimulai, yang dimoderatori oleh Bapak Khamami, S.Ag selaku Pansek PA Sibolga dan langsung dipimpin oleh bapak Ketua PA Sibolga Drs. H. Sahnan, SH, MH dan didampingi wakil PA Sibolga, Drs. Zulkarnain Lubis, acara Bina Mental diisi oleh Hakim PA Sibolga Budi Hari Prosetia, SHI yang mengambil tema filosofi dari KETULUSAN SEORANG TUKANG BANGUNAN.

Saat seseorang mendapat pekerjaan sulit, dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya. Tetapi saat mendapat pekerjaan mudah, seseorang cenderung menyepelekannya.

Alkisah dua orang pemuda yang mendapat pekerjaan sebagai tukang bangunan. Proyek yang harus mereka jalankan adalah membangun sebuah rumah milik saudagar kaya. Pemuda pertama, yang bertubuh besar mendapat tugas membuat pintu dan kayu. Sedangkan pemuda kedua yang bertubuh kecil mendapat tugas mengaduk semen dan menyusun batu bata.

Pemuda pertama senang karena menganggap pekerjaannya sangat mudah dan tidak perlu banyak tenaga, pemuda kedua tidak banyak mengeluh karena dia berpikir akan memberikan yang terbaik.

Saat tiba di lokasi pembangunan, sang pemuda pertama sangat terkejut karena rumah yang dibangun ternyata rumah model kuno, memerlukan pintu dan jendela yang penuh ukiran. Sang mandor langsung mengajarkan cara mengukir pada pemuda pertama. Meskipun telah diajarkan berkali-kali, sang pemuda pertama tidak bisa mengukir dengan baik, karena sejak awal dia berpikir bahwa pekerjaannya mudah sehingga menyepelekan.

Berbeda dengan pemuda kedua, dia bisa mengaduk semen dan menyusun bata dengan baik walaupun hanya diajarkan sesekali.
Timbul niat untuk bertukar posisi. Pemuda pertama menawarkan diri untuk menggantikan si pemuda kedua, merekapun bertukar pekerjaan.

Saat sore tiba, sang mandor kembali ke rumah yang dibangun. Dia terpesona dengan satu pintu yang memiliki ukiran halus dan indah. “Siapa yang membuat ukiran ini?” tanya sang mandor. Pegawai yang lain langsung menunjuk ke arah pemuda dua.

Sang mandor langsung menghampirinya lalu bertanya bagaimana si pemuda yang tidak memiliki latar belakang mengukir bisa menghasilkan ukiran pintu yang indah.

“Bagi saya, sederhana saja pak,” ujarnya dengan wajah yang rendah hati. “Lakukan semuanya dengan tulus dan jangan pernah meremehkan apapun. Dengan begitu, saya lebih mengerti saat diajarkan dan bersungguh-sungguh mengerjakannya,” lanjut sang pemuda. “Jika kita bekerja dengan kesungguhan hati, maka hasilnya akan luar biasa,”

Hal yang paling menakutkan bukanlah mendapat pekerjaan yang sulit, tetapi mendapat pekerjaan yang mudah. Karena saat mendapatkan pekerjaan yang mudah, kita cenderung meremehkannya.

Satu pelajaran hebat dari seorang tukang bangunan. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi kita semua.

Pesan moral yang dapat kita ambil pelajarannya dari cerita diatas. Yakni :

  1. "Kita tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu, karena kita akan membangun keahlian itu dari melakukannya"
  2. Dalam bekerja, apapun yang diberikan tugas kepada kita harus dilasanakan dengan kesungguhan dan keikhlasan yang harus kita utamakan, dan hasilnya pun akan kita rasakan berbeda dengan orang yang tidak melakukan dengan hal yang sebaliknya.
  3. "Ilmu itu adalah gudang dan kunci pembukanya adalah bertanya"

Kedua: rapat koordinasi.

Dalam rapat koordinasi ini, yang dipimpin langsung oleh Ketua PA Sibolga mengakomodir seluruh permasalahan yang ada pada setiap bagian masing-masing, baik dari bagian kepaniteraan, kesekretariatan maupun dari hakim pengawas yang selama ini menjadi masalah yang perlu di benahi dan dievaluasi. Setelah mengutarakan semua permasalahan yang ada , langsung dicarikan solusinya pada tiap-tiap masalah dengan meminta pendapat kepada seluruh peserta rapat untuk disepakati solusinya.

Ketiga : Pemilihan role of model.

Setelah selama satu minggu bekerja, tim fasilitator yang ditunjuk oleh Ketua PA Sibolga untuk menjaring baik dari pegawai dan honore, akhirnya pada tanggal 2 April 2013 PA Sibolga kini telah mempunyai 2 orang role of model. Dalam penentuan 2 orang ini, seluruh pegawai diberikan kesempatan untuk memilih siapa yang layak dan pantas dijadikan figure tauladan di PA Sibolga, adapun kreteria penilaian untuk para calon role of model ini adalah

1. Kedisipilinannya didalam melaksanakan tugas dan aturan yang berlaku

2. Tangggungjwabnya dalam pelaksanaan tugas yang ditetapkan/perintahkan

3. Skill/kemampuan yang dimilikinya dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya.

Hasil dari jejak pendapat yang secara langsung dibacakan didepan seluruh peserta acara rapat, akhirnya telah menghasilkan 2 orang, yaitu

1. Untuk rule of model dari pegawai : ROJUDIN , S.Ag,M.Ag.

2. Untuk rule of model dari pegawai Honorer : JAMILAH, S.Ag

Dalam sambutanya KPA Sibolga menyampaikan bahwa, “Saudara berdua adalah pegawai pilihan yang dipilih oleh seluruh warga PA Sibolga menjadi role model pertama yang ditetapan PA Sibolga di tahun 2013 ini. Dengan segala keterbatasan sebagai manusia, Saudara adalah pegawai-pegawai pilihan yang dinilai dapat bekerja secara profesional, punya integritas, dan berkejujuran yang tinggi. semoga dapat dipertahankan dan menjadi tauladan bagi yang lain.” Diakhir acara, seluruh peserta rapat memberikan ucapan selamat kepada role of model PA Sibolga 2013 terpilih, tepat pukul 12.00 wib, acara Tuesday meeting ditutup oleh moderator acara bapak pansek PA Sibolga.

sumber: www.pa-sibolga.net (04/04/2013)

 

 

 

 

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg