Pengadilan Agama Pandan di Mata Masyarakat

Cat berwarna crem (kuning muda) menjadi panorama tersendiri untuk melukiskan gedung kantor Pengadilan Agama Pandan. Meskipun masih menempati gedung lama, namun Kantor PA di pantai Barat Sumatera Utara ini tampak asri dan sedikit 'menggemaskan.'

Pagi menjelang siang, ayam jago tak lagi berkokok, sinar mentari mulai terik. Pegawai yang mengenakan seragam hijau tua berlogo Mahkamah Agung tampak berjalan dari hulu ke hilir. Sosok tiga wanita yang masih 'segar' terus berdiri melayani tamu yang datang untuk berkonsultasi. Meja pelayanan informasi menjadi target para tamu, seiring dengan pelayanan prima yang diberikan cewek manis sebagai petugasnya.

Pengadilan Agama Pandan sengaja memasangkan tiga cewek muda sebagai maskot pada pelayanan di bagian depan, baik meja pelayanan informasi, media center, maupun meja I tempat pendaftaran perkara. Selain mereka masih segar dan bersemangat, animo masyarakat untuk datang ke pengadilan pun semakin hari semakin bertambah banyak.

 

"Tapi, alasannya bukan karena petugas kami banyak yang cewek, justru perkara kami memang meningkat," kilah Drs. Ifdal, SH. Secara lugas, jumlah perkara di PA Pandan naik secara siginifikan. Seiring dengan naiknya jumlah perkara, pelayanan juga ditingkatkan. Kepercayaan masyarakat kepada PA Pandan memasuki bulan Mei ini tak dapat dibendung. Alasan masyarakat datang ke PA Pandan bukan karena hendak membawa perkaranya untuk diselesaikan oleh para Hakim, melainkan ada tugas-tugas lainnya di luar kewenangan PA yang dipercayakan kepada para Hakim dan pegawai.

Apa saja tugas-tugas itu? "Baru-baru ini kami dipercaya untuk mengisi program talkshow di RRI Sibolga, kami juga setiap tahun diminta untuk menjadi Dewan Hakim MTQ tingkat Kabupaten, sebagian Hakim dan pegawai dipercaya untuk menjadi khatib Jumat dan penceramah di setiap acara-acara keagamaan," papar Ketua Pengadilan Agama Pandan.

Hari demi hari terasa tiada pernah berhenti masyarakat memberikan kepercayaan kepada PA Pandan. Peranan PA Pandan di mata mereka tak lekang oleh waktu dan tak hancur karena hujan, justru keberadaan PA Pandan benar-benar mendatangkan manfaat bagi masyarakat Islam di Tapanuli Tengah.

Menjadi narasumber talkshow di RRI mungkin sebagian PA lain turut merasakan, namun dipercaya masyarakat untuk menentukan arah kiblat dan mengukurnya pastinya luar biasa. PA Pandan telah melalui itu semua hingga pekerjaan yang tidak menjadi kewenangan PA pun acapkali dilakukan.

"Mengukur arah kiblat memang bukan kewenangan PA, tetapi menjaga kepercayaan umat Islam terhadap PA dan Hakim PA itu menjadi tanggung jawab kita bersama, " kata Ifdal.

Ketidaktahuan masyarakat terhadap kewenangan PA bukan berarti menghentikan langkah PA untuk mendekati mereka, justru warga PA harus membumi dan selalu dekat dengan masyarakat. "Saya mengutip pernyataan Ketua Kamar Agama MA H. Andi Syamsu Alam bahwa warga PA harus membumi dan tidak lagi melangit, ekslusif, tertutup, dan tidak bergaul dengan masyarakat. Banyak langkah untuk membumi dan dekat dengan masyarakat, salah satunya dengan olahraga, acara keagamaan, mengajar, menulis buku, dan mengikuti kegiatan mereka," tegas pejabat humas dan protokol Alimuddin, SHI.

Sejauh ini, langkah yang ditempuh PA Pandan untuk mencuri hati masyarakat dan kepercayaan mereka dimulai dengan media center dan pelayanan prima. Motto PA Pandan "Kami Siap Melayani Anda Sampai Selesai" selalu menjadi 'zikir' di dalam hati sanubari pegawai PA Pandan. Tidak hanya ditayangkan di website, motto itu pun ditempelkan berbentuk banner di meja depan tempat penerimaan perkara di kantor PA Pandan. (Humas/Redaksi)

sumber: www.pa-pandan.net (16/05/2013)

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg