Ketua PA Tarutung : “Jadilah Manusia Bijak”.

Kemampuan memanfaatkan peluang yang ada adalah merupakan salah satu kunci bagi seseorang dalam meraih sukses, itulah kesimpulan yang paling pokok yang dapat ditarik dari materi pembinaan mental (bintal) yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Tarutung (Drs. Mahmud Dongoran, MH) pada acara Tuesday meeting yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 14 Mei 2013 di Ruang Sidang Pengadilan Agama Tarutung yang dihadiri oleh Wakil Ketua, para hakim, Pansek, Wasek, para Kaur, staf serta Pegawai Honorer Pengadilan Agama Tarutung. Acara Tuesday meeting dengan pembawa acara Sri Sutami, SH (Tenaga Honorer), tidak berlangsung lama, hanya sekitar setengah jam, acara dimulai pada pukul 9.00 WIB lalu ditutup pada pukul 9.30 WIB.
Lebih lanjut Ketua P.A. Tarutung menyatakan bahwa berdasarkan firman Allah swt yang terdapat pada surat al-Ikhlas, manusia tergolong kepada 3 kelompok dalam menyikapi kesempatan yang ada, yaitu :
1. Manusia yang merugi (bodoh);
Jika ada orang atau pegawai yang sering melalaikan dan membuang kesempatan yang ada maka berarti termasuk manusia tipe ini. Mereka sering tidak menyadari kesempatan yang sudah datang, hal ini terbukti ketika kepada mereka diberi amanat untuk menyelesaikan tugas-tugas, tetapi tidak mau melaksanakannya dengan baik dan tepat waktu, mereka acuh tak acuh. Mereka lebih suka dengan pekerjaan yang tidak bermanfaat, buang-buang waktu dan lain sebagainya, mereka hanya sibuk dengan kesenangan masing-masing. Padahal kesempatan tak akan selalu datang, ketika kita menyadari dia sudah beranjak pergi.

Orang seperti ini selalu menyalahkan keadaan. Mereka belum sukses dengan alasan tidak ada atau tidak diberi kesempatan. Sebenarnya kesempatan sudah sering menghampiri hanya tak disadari dan sering diabaikan. Kesempatan selalu terbuang percuma.
2. Manusia baik;
Tipe orang seperti ini adalah mereka yang bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Mereka jeli ketika melihat kesempatan datang. Mereka sigap dan cekatan untuk tidak membuang peluang. Apa yang seharusnya dilakukan ketika kesempatan ada sudah disiapkan. Peluang yang ada tak pernah disia-siakan. Sukses pun bisa mereka raih karena kesempatan yang ada tak terbuang percuma.
3. Manusia bijak;
Mereka yang disebut manusia bijak adalah mereka yang selalu mencari kesempatan untuk terus berkembang tanpa harus menunggu. Mereka selalu berusaha meningkatkan kemampuan pribadinya. Jadi mereka tidak pernah menunggu kesempatan datang, tetapi merekaa sendirilah yang berusaha menciptaakan peluang atau kesempatan. Respon atau sikap kita terhadap suatu peristiwa akan menggiring kita menuju kesempatan. Orang optimis selalu melihat ada kesempatan dalam setiap peristiwa. Apapun yang terjadi di sekitar kita, pasti ada kesempatan untuk dimanfaatkan. Bagi orang bijak, tantangan ataupun hambatan bisa menjadi kesempatan.
Semoga kita bisa menjadi lebih dari sekedar manusia baik. Kita bisa menjadi manusia bijak yang bisa mencari dan menciptakan kesempatan untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Semoga…demikian kalimat penutup yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Tarutung Bapak Drs. Mahmud Dongoran, MH.
sumber: www.pa-tarutung.net (15/05/2013)