
Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Simalungun Alimuddin, S.H.I., M.H didampingi Kasubbag Kepegawaian dan Ortala Muhammad Adlin, S.H menerima siswi SMK Swasta Al Washliyah 2 Perdagangan, Senin (27/06/2022) di ruang wakil ketua. Turut hadir dalam acara tersebut guru pembimbing siswa, Ibu Fitri Purnama Sari, S.Pd.I.

Tujuan kedatangan siswa/i tersebut adalah untuk melaksanakan Program Kerja Lapangan (PKL) di PA Simalungun. “Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Pengadilan Agama (PA) Simalungun yang telah berkenan memberikan izin kepada siswa kami untuk melaksanakan PKL dari tanggal 27 Juni s.d 22 Nopember 2022, saya mohon agar siswa kami dibimbing agar wawasan dan pengetahuan mereka bertambah” ucap Guru Pembimbing.

Dalam sambutan, Wakil Ketua PA Simalungun menyampaikan beberapa pesan “Pesan saya, yang pertama kantor ini tidak seperti sekolah, artinya jam sekolah adik-adik jadi berubah selama 4 (empat) bulan, dan adik-adik harus mengikuti aturan di sini. Terapkan 5 R (Ringkas,Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), jangan berantakan, dan perlu kalian ketahui di sini pengadilan tempat orang-orang bermasalah, jadi saya harap jangan kepo dengan urusan mereka, artinya jangan berinteraksi dengan para pihak. Yang kedua, tolong jaga etika moral dan akhlak, karena kami di sini orang tua kalian, sehingga kalau terjadi apa-apa, kami yang akan bertanggung jawab. Yang ketiga, kenali dan pelajari komunikasi dengan para pegawai di sini, banyak-banyak belajar, karena kalian punya kesempatan belajar di sini selama 4 bulan. Sehingga saya harap dengan belajar sambil bekerja, akan ada perubahan pemikiran atau pola pikir, sehingga setelah keluar dari sini, adik adik akan tahu cara bekerja, komunikasi yang baik serta disiplin”. Ujar Pak Wakil.
Senada dengan pak wakil, Sekretaris PA Simalungun Anawiyah, S.Ag di tempat terpisah juga memberikan pengarahan agar siswi dapat berbaur dengan aparatur PA Simalungun. “Selamat datang kepada adik-adik PKL, semoga segera dapat menyesuaikan diri dengan para pegawai di sini, dan jaga etika, karena tidak ada gunanya berilmu tetapi tidak ada adab/etika, ikuti aturan yang ada di PA Simalungun dan tetap mematuhi aturan yang berlaku di PA Simalungun” tutup Anawiyah, S.Ag. (PTIP)