Hakim Husnul Yakin : "Ingin Kualitas Puasa, Selalu Zikrul Maut!"

husnul-yakin(Pa.psp/23/06/2015). Zikrul maut atau mengingat mati, itulah tema yang diusung penceramah ramadhan Ba’da zuhur (Drs. Husnul yakin, SH., MH) pada hari Selasa tanggal 23-06-2015 bertempat di Ruang sidang utama Pengadilan Agama Padangsdimpuan.yang dihadiri oleh segenap jajaran mulai dari Ketua, wakil ketua, para hakim, pejabat structural dan fungsiona, staff, tenaga honorer dan siswa/i SMK Panca Darma Padangsidimpuan yang melaksanakan PKL di Pengadilan Agama Padangsidimpuan.

Sengaja beliau mengusung tema tersebut mengingat bahwa kematian merupakan hal yang pasti dan mesti dihadapai setiap insan yang bernyawa. Dalam tausiyahnya yang berdurasi lebih kurang 30 menit, hakim Husnul memaparkan kandungan ayat al-quran tentang ajal yang selalu diinngatkan oleh Allah seperti dalam surah Annisa ayat 78. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,” begitu juga dalam surah Ali Imran ayat 185“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. Dan banyak lagi ayat lain yang menerangkan tentang kematian. Papar Hakim Husnul yang juga qori itu.

Tanda-tanda kematian.

Secara khusus beliau juga memaparkan pendapat para ulama tentang kondisi manusia yang mendekati ajal mulai dari hari keseratus, keempat puluh, ketujuh dan waktu ajal tiba.

1. Hari keseratus sebelum meninggal

seseorang akan merasakan seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil.

2. Pada hari keempat puluh

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar.
Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt.

3. hari ke tujuh menjelang kematian

Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui/ dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ungkapnya,

4. Hari sebelum ajal

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya. Dan sebagai tanda akhir beliau menjelaskan akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Diakhir tausiyah beliau menekankan, bahwa orang yang senantiasa mengingat mati akan selalu memilih jalan hidup lurus , dan ibadah puasa yang dilakukan selalu dengan mengingat mati akan membuat kualitas ibadah kita tinggi, karena tidak ada yang dapat menjamin kalau kita bertemu dengan ramadhan yang akan datang, tandas putra asal Kuala Simpang tersebut. ( admin pa.psp)

sumber: www.pa-padangsidempuan.net (25/06/2015)

 

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg