Rasulullah SAW Sebagai Uswatun Hasanah
Tema Bintal Pengadilan Agama Stabat

Stabat, pa-stabat.net (15/01)
Dengan mengambil tempat di Mushalla Pengadilan Agama Stabat, sebagaimana biasanya pembinaan mental dilaksanakan setiap hari Kamis yang dihadiri seluruh Hakim, Pegawai dan honorer. Setelah pembawa acara Dra. Zuairiah, S.H. (Wapan) mempersilahkan Khairuddin,S.H.I. melantunkan pembacaan Al Qur’an surah Al Ahzab ayat 21, selanjutnya giliran Ustadz Drs. Nur Al Jumat, S.H., M.H. menyampaikan tausiahnya.

Dalam ceramahnya tersebut dengan tema Rasulullah S.A.W. sebagai Uswatun Hasanah, sang Ustadz memaparkan bahwa Uswatun Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam.
Lebih lanjut Ustadz menyampaikan bahwa Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik antara lain :

 

  1. Siddiq, Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT.
  2. Amanah, Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya.
  3. Tabligh,Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalahsecara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.
  4. Fathonah, Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikanwahyu Allah.

Oleh sebab itu, kita sebagai muslim harus meniru dan mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi: Artinya ”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah
SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab:21).
Dengan mengutip maksud dari ayat Al Quran tersebut di atas, al ustadz mengatakan bahwa Perintah Allah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah adalah ditujukan kepada orang-orang yang mengharapan rahmat Allah, orang-orang yang yakin adanya hari akhirat, dan orang-orang yang selalu ingat kepada Allah. Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah, sudah pasti kita akan selamat di dunia dan akhirat. (rzl)

(sumber : pa-stabat.net (15/01/16))

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg