LAPAR DAN DAHAGA MERUPAKAN NIKMAT

Kamis, 09 Juni 2016, mengikuti jadwal yang telah ditetapkan selama bulan ramadhan pada Pengadilaan Agama Gunungsitoli setiap hari kamis setelah shalat dzuhur dilaksanakan Ceramah Ramadhan, dan pada kesempatan perdana ini disampaikan langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Gunungsitoli (Bapak Drs.Ahmad Sobardi,SH.,MH).
Tausiyah yang disampaikan Ketua pengadilan Agama Gunungsitoli bertema memaknai seruan bagi orang-orang yang beriman untuk melaksanakan puasa.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Ayat tersebut mungkin sering kita dengar disampaikan oleh banyak penceramah di setiap bulan ramadhan, bahkan kita hafal betul akan ayat tersebut.
Dalam ayat tersebut Allah menyeru bagi orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Nah, apakah kita termasuk orang-orang yang beriman yang diwajibkan untuk berpuasa, jawabannya bagaimana kita memahami konsep yang disebut orang-orang beriman itu seperti apa.
Kebanyakan kita memaknai bulan ramadhan merupakan bulan untuk melakukan latihan dan pembelajaran untuk dapat merasakan betapa menderita dan susahnya orang-orang miskin yang dalam keadaan lapar dan haus karena tidak adanya makanan dan minuman, ini merupakan konsep yang di doktrin ke kita selama bertahun-tahun. Seharusnya 11 bulan lainnya merupakan bulan untuk melakukan latihan dan pembelajaran untuk dapat beribadah maksimal di bulan ramadhan, karena bulan ramadhan merupakan bulan yang dilipatgandakan amalan yang dilakukan. Lapar dan dahaga yang kita rasakan di bulan ramadhan kita jadikan nikmat, bukan sakit dan sengsara. Sehingga kita menjadi orang-orang yang benar-benar bertaqwa.

Sesungguhnya Allah menginginkan Shalat kita, Ibadah kita, Hidup kita dan mati kita semata-mata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Karena Islam begitu kompleks mengatur segala aktifitas yang kita lakukan dari bangun tidur, kemudian aktifitas-aktifitas yang dilakukan, hingga tidur kembali. Maka oleh sebab itu mari jadikan setiap aktifitas di kantor Pengadilan Agama Gunungsitoli menjadi bernilai ibadah dengan kita lakukan secara ikhlas dan sabar, sehingga akhirnya nanti kita akan mendapatkan kebahagian di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Tausiyah yang memberikan inspirasi dan pencerahan bagi yang hadir larut dalam perenungan untuk memaknai bulan ramadhan (created by : Jurdilaga Gusti)
(sumber : pa-gunungsitoli.go.id(13/06/16))