1

Kita Baru beberapa hari memasuki bulan Muharram 1439 Hijriyah, oleh karena itu mari kita merenung sambil menghadirkan lembar-lembar catatan amal yang pernah kita lakoni setahun yang lalu yang disebut dengan evaluasi, sebagai bekal menuju kampung akhirat, seperti yang diperintahkan Allah dalam surah Al Hasyr ayat 18.

Evaluasilah diri kalian sebelum amal perbuatan kalian dihitung, periksalah amal perbuatan yang kalian simpan untuk diri kalian demi hari dimana kalian akan dikembalikan dan diperlihatkan kepada Tuhan kalian, حَاسِبُوْا أَنْفُوْسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا demikian dikemukakan oleh Umar bin Khattab.

Evaluasi tersebut berdampak besar pada diri seorang hamba. Ia akan sadar bahwa telah banyak maksiat yang ia perbuat, dan ampunan Allah belum tentu ia erima.Sedang kan amal saleh yang ia kerjakan terlalu sedikit. Sehingga dengan mengevaluasi (muha sabah) diri, seseorang akan menambah perbuatan baiknya dan akan berhenti melakukan perbuatan yang buruk.

Dalam mengevaluasi ini, kita pakai :Hari ini lebih baik dari kemarin=beruntung, Hari ini sama seperti kemarin = merugi dan hari lebih jelek dari kemarin = terlaknat, nauzu billah.

Dengan muhasabah itu pula, kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan kita pada waktu yang lalu, perbaikan hari ini dan persiapan serta perencanaan waktu yang akan datang, dengan harapan kiranya akhir hayat kita ditutup dengan husnul khatimah, ini akan diperoleh dengan cara: Yang paling baik akhlaknya diantara orang mukmin, yang paling banyak mengingat mati dan yang paling baik mempersiapkan diri untuk mati karena banyak mengingat mati, maka ia akan dimuliakan dengan tiga hal, yaitu; segera bertobat, tenang dalam mencari rezeki dan semangat dalam beribadah. Dan barang siapa yang melupakan mati, maka ia tidak pernah merasa cukup dalam masalah rezeki dan bermalas-malasan dalam beribadah.”

Jika kita menginginkan mati secara khusnul khatimah, maka tidak ada pilihan lain selain kita harus mempersiapkan diri untuk menanti jadwal kematian kita dengan memperbanyak amal-amal saleh dan menjauhi semua apa yang di larang oleh Allah. Bersegera taubat atas segala dosa-dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat. Manfaatkan sisa waktu hidup dengan berbagai amal kebajikan, jangan kotori lagi dengan hal-hal yang merugikan.

2

Demikian sekelumit ringkasan tausiah bintal Pengadilan Agama Stabat, yang disampaikan oleh Drs.Nur Aljumat, SH.,M.H. pada hari Kami tanggal 8 Muharram 1439 H/28 September 2017, semoga bermanfaat.

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg