1

Simalungun, Jumat 08 Mei 2020. Ditengah pendemi Covid-19 yang masih terus menyebar di Indonesia, sehingga mengharuskan masyarakat untuk saling menjaga jarak dan tidak berkumpul dalam skala besar, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia tetap melaksanakan bimbingan teknis Yustisial melalui aplikasi Zoom (online).

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. dalam kata sambutannya menyampaikan meskipun di tengah kondisi Pandemi Covid-19 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama masih tetap berjalan dan menjalankan program–programnya sesuai rencana, diharapkan program–program Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama direspon oleh seluruh Peradilan Agama di Indonesia, meskipun masa pandemi Covid-19. Selain itu pelayanan terhadap masyarakat jangan terhambat, untuk itu seluruh aparatur pengadilan Agama agar menggunakan mekanisme pelayanan sebagaimana Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara Dan Persidangan Di Pengadilan Secara Elektronik.

2

Pembinaan Teknis Yustisial melalui live streaming dengan tema “Permasalahan Sita dan Eksekusi“ dengan narasumber Yang Mulia Hakim Agung Republik Indonesia Dr. H. Purwosusilo, S.H. M.H. dengan pesertanya seluruh Hakim dan Pegawai Pengadilan Tinggi Agama serta Pengadilan Agama, pada acara tersebut seluruh pegawai Pengadilan Agama Simalungun, yang terdiri ketua Bapak Zainal Arifin, S.Ag, wakil ketua ibu Diana Evrina Nasution, S.Ag, S.H serta Para Hakim, Panitera dan Para Pejabat Kepaniteran yang secara seksama mengikuti pembinaan tersebut dengan serius.

Sementara itu Narasumber Yang Mulia Hakim Agung H. Purwosusilo menyampaikan beberapa materi permasalahan Sita dan Eksekusi, diantaranya ditemukannya pada berkas perkara yang diajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagai berikut :

  1. Sita dan Eksekusi beserta permasalahannya di lapangan;
  2. Terdapat putusan yang rancu antara Putusan Sela dan Putusan Akhir;
  3. Putusan yang terdapat eksespsi dengan pertimbangan yang tidak jelas;
  4. Ada pengakuan berklausul Tergugat dalam putusan tetapi tidak teliti pengakuan Tergugat dianggap mengakui secara utuh dan menyeluruh padahal pengakuan berklausul tersebut termasuk klasifikasi menolak gugatan, maka beban pembuktian seharusnya kepada Penggugat terlebih dahulu, akan tetapi dalam putusan tersebut beban bukti kepada Tergugat.

Permasalahan tersebut secara jelas dan terperinci dibahas satu-persatu oleh Yang Mulia Hakim Agung dimana para peserta menyimak dengan serius apa yang disampaikan oleh Yang Mulia.

  • 937-d-thamrin-lubis.jpg
  • 938-s-abdul-hamid.jpg
  • 939-s-syarif-mappiasse.jpg
  • 940-s-rosmawardani.jpg
  • 941-s-erpi-desrina.jpg
  • 942-d-nurlela.jpg
  • 943-habibuddin.jpg
  • 944-paet-hasibuan.jpg
  • 945-muslim.jpg
  • 946-habib-rasyidi.jpg
  • 947-rosyid-mumtaz.jpg
  • 948-syarkawi.jpg
  • 949-eldi-harponi.jpg
  • 950-abdul-wahid.jpg
  • 951-muslih.jpg
  • 952-rizal.jpg
  • 953-d-ahsin-hamid.jpg
  • 954-d-pahlawan-harahap.jpg
  • 955-s-rosmawardani.jpg