Tuesday Meeting Pengadilan Agama Balige
"Bersatu Sekata, Berpadu Berjaya"

Untuk pertama kali pasca Ramadhan berlalu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Balige Drs. Al Azhary, SH., MH. Memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Pegawai Pengadilan Agama Balige pada Selasa 4 September 2012, termasuk para honorer sebagai penerapan program PTA Medan "Tuesday Meeting".
Setelah menerima masukan dari seluruh pejabat struktural, fungsional, staf dan juga honorer, keseluruhannya mencapai satu kata untuk lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan. Dalam pengarahannya, Wakil Ketua PA. Balige menyatakan bahwa kesuksesan suatu organisasi merupakan hasil kerja sama dan sama-sama bekerja. Hubungan yang harmonis yang didasari "rasa" kekeluargaan merupakan keniscayaan. Jika rasa persaudaraan dan kesatuan setiap unit merupakan kesatuan dengan unit lain dalam wadah "Pengadilan Agama Balige", seberat apapun pekerjaan yang dihadapi akan terasa mudah, bagaikan motto salah satu Kabupaten di Sumatera Utara "Bersatu Sekata, Berpadu Berjaya". Kalau kita bersama, apa yang tak bisa?
Peradilan yang agung dengan 8 (delapan) area perubahan jangan hanya dijadikan slogan atau pajangan di dinding kantor, jangan pula hanya dijadikan asa ataupun cita semata, namun harus dijadikan ada, nyata sebagai realita. Pengadilan Agama Balige boleh kalah dalam penerimaan jumlah perkara, tapi jangan terkalahkan dalam kinerja dan citra. Rubahlah pola pikir dan budaya kerja secara perlahan tapi pasti, jangan ada lagi memikirkan mencari pemasukan tambahan dalam melaksanakan tugas pokok dan kewajiban, jangan lagi ada budaya kerja "asal siap/selesai", sebab setiap manusia punya seni, kreatif dan inovatif, karena itu semakin hari harus semakin baik, imbuh beliau.
Kepada para hakim pengawas bidang, beliau menghimbau agar tidak hanya memantau dan meilai hasil kerja pada setiap unit pada saat akan membuat laporan pengawasan semata, lebih dari itu karena rutinitas persidangan tergolong longgar, diharapkan selalu memantau dan memberikan bimbingan kepada setiap unit kerja. Tidak mengapa kita ditempatkan di daerah rada terpencil, namun jangan sekali pun kita pernah merasa kecil atau terkucil, baik dikalangan sesama lingkungan peradilan, pemerintahan daerah ataupun sesama hakim pengadilan agama lainnya. Sekretaris IKAHI diperintahkan untuk menyusun jadual diskusi khusus membahas tentang 8 (delapan) Area Perubahan agar sama-sama memahami untuk selanjutnya ditindaklanjuti. Selain itu formulir-formulir SIADPA yang ada agar ditin jau kembali dan disempurnakan guna kesempurnaan SIADPA PA. Balige.

Kepada KPA dan PPK beliau mengingatkan untuk memanfaatkan anggaran yang tersedia sesuai peruntukannya secara optimal, guna mendukung operasional kerja. Realisasikan program kerja sesuai matriks yang direncanakan, meski hanya menghitung hari menjelang pelantikan, jangan sampai ada teguran kepada Pengadilan Agama Balige karena penyerapan anggaran yang tertunda-tunda.
Pelayanan terhadap masyarakat baik kepada pemohon informasi maupun pencari keadilan yang selama ini telah diwujudkan harus tetap dilaksanakan meski sebahagian tanpa anggaran seperti pelaksanaan sidang keliling ataupun jauh dari ketersediaan anggaran seperti pelayanan perkara prodeo, sebab tugas kita adalah "Memberikan Pelayanan", berilah pelayanan dengan santun dan ikhlas, sebab komitmen kita telah terukir dalam Motto Pengadilan Agama Balige "Santun Melayani, Tegas Mengadili".
Sebagai akhir pengarahannya, Wakil Ketua Pengadilan Agama Balige tak lupa mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh Pegawai Pengadilan Agama Balige yang secara bersama telah membawa nama Pengadilan Agama Balige menjadi "Yang Diperhitungkan" baik dalam website maupun SIADPA Plusnya. Beliau tidak lupa memotivasi seluruh pegawai dan honorer agar bersama meggunakan waktu yang luang untuk mempelajari perkembangan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan bidang tugas kita masing-masing. Pengadilan Agama Balige akan maju jika kita bersama inginkan dan usahakan menjadi maju. Secara person pula kita akan menjadi besar jika kita berusaha menjadi orang besar dengan meningkatkan pengetahuan yang diwujudkan dengan karya nyata. By Dahan Belgys.
sumber: www.pa-balige.net (04/09/2012)