
Sipirok – Marhaban ya Ramadhan...Ramadhan di tahun 1442 H Pengadilan Agama Padangsidempuan mengisinya dengan kegiatan Kultum yang dilaksanakan sehabis sholat Zuhur berjama’ah. Ramadhan pertama dibuka dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Padangsidempuan, Bapak Dr. Ahmad Kholil R., S.Ag., M.H. Dalam sambutannya beliau menyampaikan “isilah Ramadhan ini dengan ibadah yang kelak menjadi bekal kita ke akhirat, pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari jangan sampai membuat kita lalai bahkan lupa dengan ajaran-ajaran atau amalan-amalan dulu yang pernah kita pelajari”.
Sepertinya sambutan beliau sangat related dengan apa yang telah dialami oleh para pimpinan, hakim serta para pegawai. Rutinitas perkantoran yang dikerjakan sehari-hari membuat kita perlahan mulai lupa akan ajaran agama. Lebih lanjut dalam sambutannya Bapak Ketua menyampaikan “marilah kita pergunakan waktu selama Ramadhan ini sebagai wadah untuk me-riview kembali ajaran-ajaran yang dulu pernah dipelajari, kemudian kembali mengamalkannya”.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ceramah yang dibawakan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Padangsidempuan, Bapak Dr. Lanka Asmar, S.H.I., M.H. sebagai penceramah perdana pada kegiatan Kultum Ramadhan bulan ini.
Bapak Lanka mengangkat topik “Menempah Diri Di Madrasah Ramadhan”. Dalam ceramah tersebut, beliau menganalogikan Madrasah Ramadhan itu layaknya kegiatan di sekolah umum. Terdapat 5 poin penting yang harus dipenuhi untuk mendapat predikat tawakkal, yaitu:
- Guru Pembimbing, yaitu iman dan niat ikhlas, hanya mengharap ridho Allah. Niat menjalankan ibadah puasa hanyalah untuk mengharap rido Allah semata.
- Kurikulum dan silabus, yaitu mengetahui ilmu tentang puasa, mencakup rukun puasa, syarat puasa dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Dengan mengetahui kurikulum dan silabus ini, kesempurnaan puasa dapat diraih.
- Peserta didik, yaitu umat islam yang sudah dewasa/ akil baligh. Sesuai dengan firman Allah, umat islam yang sudah dewasa wajib kuhumnya berpuasa bagi orang yang sanggup menjalankannya.
- Materi pelajaran, yaitu mengajar kita untuk bersabar, bersyukur atas nikmat Allah, merasa tindak tanduk kita diawasi dan dilihat oleh Allah serta mengajarkan kita tawakkal. Materi pelajaran tersebut merupakan hikmah yang kita peroleh selama dalam menjalankan ibadah puasa.
- Adanya ujian, yaitu perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan setan. Ujian ini adalah titik terberat dalam menjalankan ibadah puasa. Pada akhirnya nanti, kita akan mendapatkan raport yang menentukan apakah kita mendapat predikat tawakkal atau tidak. Jika kita tidak mampu melewati ujian ini, maka kita disebut gagal. Sebaliknya, jika kita berhasil melewati ujian tersebut maka kita akan menjadi hamba yang tawakkal. Alhamdulillah.

(adm/ans).