Bimbingan Teknis PPH dan Pola BindalminDi lingkungan PTA Medan Tahun 2015

Rabu (03/06/2015), Bertempat di Aula II Gedung Balai Diklat Keagamaan Sumatera Utara Jalan TB. Simatupang No. 122 Medan, telah dilaksanakan pembukaan Bimbingan Teknis Pedoman Perilaku Hakim dan Penerapan Pola Bindalmin.
Pembukaan kedua Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan yaitu DR. Hj. Djazimah Muqoddas, SH., M.Hum, yang dihadiri oleh para Hakim Tinggi, Pansek PTA Medan, Ketua Panitia Pelaksana serta seluruh peserta dari Pengadilan Agama se Sumatera Utara.
Pembukaan Bimtek diawali dengan lantunan pembacaan ayat suci Al-Qura’an oleh Drs. Husnul Yaqin, SH., MH (Hakim PA. Padangsidimpuan) kemudian dilanjutkan dengan laporan oleh Ketua Panitia Drs. H. Aridi, SH, M.Si, dalam laporannya beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek ini terbagi menjadi 2 (dua) kegiatan yaitu 1. Bimbingan Teknis Sosialisasi Pedoman Perilaku Hakim dan 2. Bimtek Pola Bindalmin, dan seluruh rangkaian pembukaan ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Drs. H. Samin Selian (Hakim PA. Rantau Prapat).
Dalam kata sambutannya, ibu Wakil Ketua PTA Medan menyampaikan beberapa hal, diantaranya:
- Tegaknya hukum dan keadilan serta penghormatan terhadap keluruhan nilai kemanusiaan menjadi prasyarat tegaknya martabat dan integritas Negara. Dan Hakim sebagai Aktor Utama atau figure sentral dalam proses peradilan senantiasa dituntut untuk mengasah kepekaan nurani, memelihara integritas, kecerdasan moral dan meningkatkan profesionalisme dalam menegakkan hukum dan keadilan bagi rakyat banya.Oleh karenanya, seluruh wewenang dan tugas yang dimiliki oleh hakim harus dilaksanakan tanpa pandang bulu dan dituntut tanggung jawab yang tinggi sebagaimana irah-irah dalam putusan “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA” baik secara horizontal yaitu kepada seluruh manusia dan secara vertikal yaitu Tuhan YME.
- Sebuah Keprihatinan yang sangat mendalam, bahwa upaya pemerintah untuk mensejahterakan para hakim dan seluruh pegawai dilingkungan Mahkamah Agung sepertinya masih belum sepenuhnya disyukuri oleh sebagian Hakim dan Pegawai, hal ini terbukti dengan masih ada saja hakim dan pegawai yang dijatuhi sanksi hukuman karena pelanggaran disiplin, termasuk ada hakim yang di non palukan serta pemecata dari jabatan (sebagaimana LAPTAH MARI tahun 2014) yang dirilis tahun 2015.
- Bahwa POLA BINDALMIN adalah merupakan panduan bagi seluruh petugas di PTA maupun PA dalam melaksanakan tugas dari sejak perkara diajukan hingga penyelesaian akhir.
Pada kesempatan itu juga ibu Wakil Ketua PTA Medan berharap agar pelaksanaan Bimtek PPH dan Pola Bindalmin dapat dijadikan sarana untuk melakukan perbaikan bagi para hakim dalam menerapkan Kode Etik dan Pedoman Perilku Hakim serta seluruh aparat Pengadilan Agama dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benar sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada para pencari keadilan.

Bimtek Pedoman Perilaku Hakim (PPH), mengusung tema : DENGAN BIMBINGAN TEKNIS PEDOMAN PERILAKU HAKIM, KITA TINGKATKAN INTEGRITAS, PROFESIONALITAS DAN MORALITAS HAKIM DALAM PENEGAKAN HUKUM DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA SUMATERA UTARA; dengan peserta dari Hakim PTA. Medan dan Pengadilan Tingkat Pertama Se-Wilayah PTA. Medan sebanyak 50 orang.
Sedangkan pada Bimtek Pola Bindalmin mengangkat tema: DENGAN BIMTEK POLA BINDALMIN KITA TINGKATKAN PROFESIONALISME DAN PELAYANAN DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA SUMATERA UTARA, dengan peserta Pejabat Kepaniteraan PTA Medan, para Panitera Pengadilan Agama, Pejabat Kepaniteraan, JS/JSP di Lingkungan PTA. Medan sebanyak 50 orang.
Bertindak sebagai narasumber diantaranya Bapak Drs. H. Matardi E, SH, MHI (mantan KPTA Bengkulu), Drs. H. Syoufyan M. Saleh, SH., MM (mantan KPTA Medan), Kepala Kantor Lelang Negara Medan, Bapak H. Arso, S.Ag., SH., M.Ag (Mantan Waka PTA Medan) beserta para narasumber yang kredibel dan berkualitas.
Bimbingan teknis di lingkungan PTA Medan ini dilaksanakan pada tanggal 3 s/d 5 Juni 2015.
Pengadilan Tinggi Agama Medan Gelar Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Data Kepegawaian

MEDAN - Pengadilan Tinggi Agama Medan bersama Tim Biro Kepegawaian MA RI melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Data Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) pada Senin tanggal 25 Mei 2015 di Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan.
Kegiatan ini diikuti oleh para operator SIKEP dari seluruh Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama se Sumatera Utara
Kepala Biro Kepegawaian MA RI, Drs. H. Agus Zainal Muttaqien, SH menyampaikan, bahwa penyampaian dan pelaporan data kepegawaian di lingkungan Mahkamah Agung dan jajarannya hampir 100%, namun pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini sangat perlu dilaksanakan terkait adanya perbaikan dan penyempurnaan, dikarenakan terjadinya perubahan-perubahan data yang yang setiap saat harus di entry.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. H. Moh. Thahir, SH, MH, menyambut antusias kedatangan Tim Biro Kepegawaian MA RI. Beliau berharap agar peserta serius melaksanakan kegiatan monev ini dan nantinya harus disampaikan kepada pimpinan di satker masing-masing. Pesan beliau agar pimpinan dapat memberi dukungan dan perhatian kepada kelengkapan data seluruh pegawainya, karena Admin mungkin akan sulit jika harus meminta semua data yang diperlukan SIKEP kepada Hakim atau Hakim Tinggi.
Ketua PTA Medan mengakhiri sambutannya dengan mendoakan agar kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses.
Dharmayukti Karini Sumut Juarai Lomba Merangkai Bunga

Pada hari Jumat, 22 Mei 2015 pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Lantai II gedung Pengadilan Negeri Kabanjahe, Pengurus Daerah Dharmayukti Karini se-Sumatera Utara mengadakan pertemuan rutin. Acara yang dihadiri oleh seluruh Pengurus Cabang dan Daerah Dharrmayukti Karini se Sumatera Utara.
Pertemuan kali ini sangat istimewa karena diselenggarakan pula lomba merangkai bunga yang diikuti oleh perwakilan masing-masing Pengurus Dharmayukti Karini Cabang dan Daerah se Sumatera Utara.

Dan Perwakilan Dharmayukti Karini Sumatera Utara mendapatkan Juara II. Ketua Dharmayukti Karini Daerah Sumut, Ny. Hj. Isaroh Soedarmadji menyerahkan piala penghargaan kepada Ny. Eldawati, S.Pd sebagai perwakilan dari DYK Sumut melalui Pelindung Dharmayukti Karini Cabang Kabanjahe, Bapak Saut Marulitua Pasaribu, SH., MH.
Ibu-ibu Dharmayukti Karini Cabang Sumut menerima dengan penuh gembira dan menyampaikan piala penghargaan tersebut kepada ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Bapak Drs. H. Moh. Thahir, SH, MH untuk digalerikan.

Akhirnya……Eksekusi Di PTA Medan Terjadi Juga !!!

Disaksikan oleh puluhan pasang mata, mulai YM. Bapak Ketua PTA Medan beserta para Hakim Tinggi, seluruh jajaran yang hadir pada hari ini, Rabu (15/4/15) sekitar pukul 10.35 Wib akhirnya eksekusi yang dilakukan oleh dinas PU Jasamarga Provinsi Sumatera Utara terlaksana juga.
Dengan didampingi beberapa orang pekerja, sebuah eskavator berwarna kuning yang diberi tanda striker dari PU dengan garangnya melakukan eksekusi terhadap sebagian gedung Pengadilan Tinggi Agama Medan yaitu berupa pagar, tiang bendera serta halaman yang selama ini digunakan untuk tempat parkir mobil pegawai.
Tampak wajah para Yang Mulia serta jajaran PTA Medan rona kesedihan, karena selain hilangnya keindahan gedung kantor yang selama ini tertata dengan indah dan rapi juga tidak ada lagi halaman sebagai tempat memarkirkan mobil.

Eksekusi ini adalah merupakan implementasi dari kebijakan yang sejak sekitar 10 tahun lalu telah dirancang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupa pelebaran jalan disepanjang jalan Kapten Sumarsono yang saat sekarang ini sudah setiap hari mengalami kemacetan parah yang disebabkan padaatnya kendaraan truk-truk dengan tonese yang sangat berat, selain untuk mengurangi kemacetan, serta juga mendukung program pembangunan Mebidang (Medan Binjai Deliserdang).
Kini…… kantor Pengadilan Tinggi Agama Medan sudah tidak punya halaman lagi, ditambah juga dengan pagar yang telah roboh….tentu sangat menambah miris keadaan gedung tersebut.
Adapun harapan seluruh jajaran PTA Medan untuk waktu yang tidak terlalu lama kiranya Mahkamah Agung berkenan memperhatikan keadaan gedung kebanggaan lingkungan Peradilan Agama di Sumatera Utara yang sudah sangat layak dan mendesak untuk direlokasi…..
Semoga………
(sebelum)
(sesudah)
Gedung Pengadilan Tinggi Agama Medan sebelum dan sesudah dieksekusi
Ceramah Bakda Asar di Musalla PTA Medan
Keutamaan Basmalah

Ceramah/Bina mental ba'da sholat Ashar pada hari Jumat, 10 April 2015 berlangsung di Musholla Al Mizan PTA Medan yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setiap bulan dan pada hari itu pencermah Drs. H Yusuf Buchori.SH.,M.Si.Hakim Pengadilan Tinggi Agama Medan. Setelah sholat ashar berjemaah yang diimami oleh Drs. H.Armia Jalil, SH.,MH yang diikuti para jemaah keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama dan anak-anak PKL kemudian acara tausiah dimulai dan dibuka oleh moderator atau pembawa acara Drs. Abd.Hafizun,.SH.,MH.
Dalam cermahnya Drs. H Yusuf Buchori.SH.,M.Si. , menguraikan dan mengupas tentang Keutamaan Kalimat Basmallah. Kalimat Bismillah adalah sebuah kalimat yang supel, apabila meyakininya maka akan mendapat pahala, dalam hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda :
كل أمر ذي بال ببسم الله ....
Kalimat Bismillah di awali dengan huruf Ba, tidak dengan huruf yang lain, padahal huruf Alif adalah lebih awal dari huruf Ba, karena Alif merupakan huruf pertama dari nama Allah yang mulia. Mengapa di awali huruf Ba ?
Huruf Ba merupakan permulaan huruf yang di ucapkan setiap manusia di alam Arwah, yaitu pada waktu ditanya kepada para Arwah “Apakah aku adalah tuhanmu?”, kemudian mereka menjawab, Balaa artinya betul, adapun kalimat Balaa dalam bahasa arab di mulai huruf Ba. ( بَلَى ) Makna Baa itu menurut beliau ada dua yaitu Littamarru' dan Lil ilshaq-Lilmushahabah. Adalah merupakan sebuah peringatan kepada manusia, karena huruf Ba yang ber-harkat kasrah atau bergaris satu di bawah mengandung arti ketidak berdayaan. Oleh karenanya tidak ada yang harus didahulukan ketika mengahadapi segala macam hal kecuali dengan menyebut nama Allah, bagi orang yang mengalami ketidak-berdayaan dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT.
Kalimat tulisan Basmalah adalah substansi Alquran. Jika Alquran yang terdiri atas 6.666 ayat, 114 surah, dan 30 juz dipadatkan maka pemadatannya ialah basmalah itu. Bahkan, menurut riwayat dari Al-Hafiz bin Sulaiman bin Ibrahim Al-Qunduzy, bahwa sesungguhnya seluruh rahasia kitab-kitab samawi tersimpul di dalam Alquran.
Adapun rahasia keseluruhan Alquran itu tersimpul dalam Surah Al-Fatihah, rahasia keseluruhan Surah Al-Fatihah tersimpul dalam kalimat basmalah (Bi ism Allah al-Rahman al-Rahim), rahasia basmalah terletak pada sebuah titik di bawah huruf ba (?) di awal kalimat.
Faidah, manfaat Bismillah adalah bahwasanya pada Bismillah terdapat 4 kalimah (kata), yaitu sebagai berikut :
Kalimah Bismi ( بسم )
Kalimah Allahi ( الله )
Kalimah Arrohmani ( الرحمن )
Kalimah Arrohiimi ( الرحيم )
Sebagai representasi Allah, wajar kalau tanggung jawab yang diemban manusia sungguh sangat amat luar biasa beratnya. karenanya makna basmalah, "Atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
Berdasarkan secara gramatikal bahasa Arab, terjemahan "Atas nama Allah" atau "Dengan nama Allah" keduanya dimungkinkan. Jika dalam suatu acara presiden berhalangan datang untuk membuka sebuah acara, lalu didisposisikan kepada wakil presiden atau salah seorang menterinya, kalimat yang digunakan wapres atau menteri ialah "Bi ism al-rais al-jumhuriyyah … " (Atas nama Presiden …). Dengan demikian, makna basmalah menjadi amat penting dalam eksistensi kehidupan manusia.
Tidak adanya huruf alif sebelum kata ism, yakni huruf ba langsung menempel kata ism (bism Allah), sebagai wujud kedekatan antara pemberi amanah dan yang diamanati, antara perbuatan dan pembuatnya, dan antara sifat dan yang disifati. Dari segi ini cukup berdasar jika kalangan ulama tasawuf, ulama Syiah, dan kecenderungan ulama Sunni memberi bobot lebih penting terhadap lafal basmalah.
Kita harus yakin bahwa semua perbuatan yang diawali dengan basmalah pasti mendatangkan berkah. Mari kita memulai seluruh perbuatan kita dengan basmalah (Atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Imam Al-Qodli Iyad menuturkan sebuah hadits dalam kitab “Matan Asy-Syifa Fi Syarfil Musthofa” :
“Rosulullah Saw memanggil seorang penulis dan berkata ; Hai penulis tuangkan tintanya, gerakkan penanya, tuliskan huruf Ba denga rapi, tuliskan huruf Sin dengan nyata geriginya, tuliskan huruf Mim dengan lubangnya, tuliskan lafadz Allah dengan jelas dan tulis pula dengan baik lafadz Ar-Rohman dan Ar-Rohiimya, karena seseorang dari kaum Bani Israil setelah menulis Bismillah dengan baik seperti demikian maka dia di ampunkan dosa-dosanya”.
Diriwayatkan bahwa kitab-kitab yang di turunkan dari langit ke muka bumi semuanya berjumlah 104 kitab dengan rincian sebagai berikut : Nabi Syits 60 kitab, Nabi Ibrahim 30 kitab, Nabi Musa sebelum kitab Taurat 10 kitab, Taurat, Injil, Zabur, Al-Furqon atau Al-Qur’an,
Makna-makna yang terkandung dalam setiap kitab suci semuanya dirangkum dalam Al-Qur’an, makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an dirangkum semuanya dalam surat Al-Fatihah dan makna-makna yang terkandung dalam surat Al-Fatihah dirangkum dalam kalimat Bismillah.
Makna-makna yang terkandung dalam kalimat Bismillah dirangkum dalam huruf Ba nya, makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah “Olehku telah terjadi sesuatu yg telah terjadi dan olehku akan terjadi sesuatu yang akan terjadi”
Sebagian Ulama menambahkan, makna yang terkandung dalam huruf Ba di rangkum lagi dalam titik pada huruf Ba dan titik itu satu, menunjukan bahwa Allah Swt adalah satu, tidak ada bilangannya.
Dan jumlah huruf Bismillah yang tertera adalah 19 huruf dan jumlah penjaga neraka pun sama sebanyak 19 Malaikat penjaga, Sebagaimana firman Allah Swt : “Di atas neraka terdapat 19 malaikat penjaga” (QS. Al-Mudatsir 30)
Ibnu Masud berkata, Barang siapa meginginkan agar Allah melindunginya dari Malaikat Zabaniyyah sang penjaga neraka maka hendaknya sering membaca Bismillah, agar Allah menjadikan setiap huruf Bismillah sebagai benteng penghalang dari api neraka.
Diriwayatkan, bahwasanya apa bila ahli sorga hendak memasuki sorga, mereka akan mengucapkan : “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah yang menjadikan kami harus membenarkan janji Nya, Dia yang menjadikan bumi sebagai tempat kami berpijak, agar kami mempersiapkan diri memasuki sorga dari pintu manapun kami masuk, sebaik-baiknya pahala dari segenap alam”.
Dan apabila ahli neraka hendak memasuki neraka, mereka pada mengucapkan : “Tuhan kami tidaklah berbuat jahat kepada kami, akan tetapi kamilah yang berbuat jahat terhadap diri kami sendiri”.

HIKAYAT MUKJIZAT BISMILLAH
Dihikayatkan, ada Syetan gemuk bertemu Syetan kurus, kemudian si gemuk bertanya pada si kurus ;
Si Gemuk : Hai kawan apa yang membuatmu kurus?
Si Kurus : Aku bernasib sial, karena aku berada di samping manusia yang apa bila dia masuk ke rumah dia baca Bismillah, apabila mau makan dia baca Bismillah hingga aku tidak dapat mengikutinya akhirnya aku menjadi kurus karenanya.
Si Gemuk : Sungguh aku beruntung, berada di samping manusia yang tidak tahu apa-apa dari hal demikian, maka aku dapat mengikutinya dalam makan, berpakaian, bersenggama kemudian aku dapat menaiki pundaknya seperti menunggang kuda.
Yang memberikan pertanda kebenaran akan hikayat tersebut adalah hadits riwayat Abu Daud da At-Turmudzi, Baginda Nabi Muhammad Saw bersabda : “Apa bila diantara kamu memulai makan maka sebutlah nama Allah apa bila kamu lupa tida menyebutnya di permulaan makan maka ucapkanlah” :
بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
artinya : “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.
Membaca Bismillah ketika minum susu, minum air, mandi, makan kuah sayur, makan obat atau minuman lainnya adalah sama seperti membaca Bismillah ketika mau makan.
Membaca Bismillah cukup dengan kalimat Bismillah saja namun apa bila di tambah dengan Arrohman Arrohiim maka itu lebih baik.
Dalam hadits riwayat Muslim Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya Syetan masuk pada makanan yang tidak di bacakan nama Allah pada makanan itu”. (HBA)