Ceramah Bakda Asar di Musalla PTA Medan
Keutamaan Basmalah

Ceramah/Bina mental ba'da sholat Ashar pada hari Jumat, 10 April 2015 berlangsung di Musholla Al Mizan PTA Medan yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setiap bulan dan pada hari itu pencermah Drs. H Yusuf Buchori.SH.,M.Si.Hakim Pengadilan Tinggi Agama Medan. Setelah sholat ashar berjemaah yang diimami oleh Drs. H.Armia Jalil, SH.,MH yang diikuti para jemaah keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama dan anak-anak PKL kemudian acara tausiah dimulai dan dibuka oleh moderator atau pembawa acara Drs. Abd.Hafizun,.SH.,MH.
Dalam cermahnya Drs. H Yusuf Buchori.SH.,M.Si. , menguraikan dan mengupas tentang Keutamaan Kalimat Basmallah. Kalimat Bismillah adalah sebuah kalimat yang supel, apabila meyakininya maka akan mendapat pahala, dalam hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda :
كل أمر ذي بال ببسم الله ....
Kalimat Bismillah di awali dengan huruf Ba, tidak dengan huruf yang lain, padahal huruf Alif adalah lebih awal dari huruf Ba, karena Alif merupakan huruf pertama dari nama Allah yang mulia. Mengapa di awali huruf Ba ?
Huruf Ba merupakan permulaan huruf yang di ucapkan setiap manusia di alam Arwah, yaitu pada waktu ditanya kepada para Arwah “Apakah aku adalah tuhanmu?”, kemudian mereka menjawab, Balaa artinya betul, adapun kalimat Balaa dalam bahasa arab di mulai huruf Ba. ( بَلَى ) Makna Baa itu menurut beliau ada dua yaitu Littamarru' dan Lil ilshaq-Lilmushahabah. Adalah merupakan sebuah peringatan kepada manusia, karena huruf Ba yang ber-harkat kasrah atau bergaris satu di bawah mengandung arti ketidak berdayaan. Oleh karenanya tidak ada yang harus didahulukan ketika mengahadapi segala macam hal kecuali dengan menyebut nama Allah, bagi orang yang mengalami ketidak-berdayaan dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT.
Kalimat tulisan Basmalah adalah substansi Alquran. Jika Alquran yang terdiri atas 6.666 ayat, 114 surah, dan 30 juz dipadatkan maka pemadatannya ialah basmalah itu. Bahkan, menurut riwayat dari Al-Hafiz bin Sulaiman bin Ibrahim Al-Qunduzy, bahwa sesungguhnya seluruh rahasia kitab-kitab samawi tersimpul di dalam Alquran.
Adapun rahasia keseluruhan Alquran itu tersimpul dalam Surah Al-Fatihah, rahasia keseluruhan Surah Al-Fatihah tersimpul dalam kalimat basmalah (Bi ism Allah al-Rahman al-Rahim), rahasia basmalah terletak pada sebuah titik di bawah huruf ba (?) di awal kalimat.
Faidah, manfaat Bismillah adalah bahwasanya pada Bismillah terdapat 4 kalimah (kata), yaitu sebagai berikut :
Kalimah Bismi ( بسم )
Kalimah Allahi ( الله )
Kalimah Arrohmani ( الرحمن )
Kalimah Arrohiimi ( الرحيم )
Sebagai representasi Allah, wajar kalau tanggung jawab yang diemban manusia sungguh sangat amat luar biasa beratnya. karenanya makna basmalah, "Atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".
Berdasarkan secara gramatikal bahasa Arab, terjemahan "Atas nama Allah" atau "Dengan nama Allah" keduanya dimungkinkan. Jika dalam suatu acara presiden berhalangan datang untuk membuka sebuah acara, lalu didisposisikan kepada wakil presiden atau salah seorang menterinya, kalimat yang digunakan wapres atau menteri ialah "Bi ism al-rais al-jumhuriyyah … " (Atas nama Presiden …). Dengan demikian, makna basmalah menjadi amat penting dalam eksistensi kehidupan manusia.
Tidak adanya huruf alif sebelum kata ism, yakni huruf ba langsung menempel kata ism (bism Allah), sebagai wujud kedekatan antara pemberi amanah dan yang diamanati, antara perbuatan dan pembuatnya, dan antara sifat dan yang disifati. Dari segi ini cukup berdasar jika kalangan ulama tasawuf, ulama Syiah, dan kecenderungan ulama Sunni memberi bobot lebih penting terhadap lafal basmalah.
Kita harus yakin bahwa semua perbuatan yang diawali dengan basmalah pasti mendatangkan berkah. Mari kita memulai seluruh perbuatan kita dengan basmalah (Atas nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Imam Al-Qodli Iyad menuturkan sebuah hadits dalam kitab “Matan Asy-Syifa Fi Syarfil Musthofa” :
“Rosulullah Saw memanggil seorang penulis dan berkata ; Hai penulis tuangkan tintanya, gerakkan penanya, tuliskan huruf Ba denga rapi, tuliskan huruf Sin dengan nyata geriginya, tuliskan huruf Mim dengan lubangnya, tuliskan lafadz Allah dengan jelas dan tulis pula dengan baik lafadz Ar-Rohman dan Ar-Rohiimya, karena seseorang dari kaum Bani Israil setelah menulis Bismillah dengan baik seperti demikian maka dia di ampunkan dosa-dosanya”.
Diriwayatkan bahwa kitab-kitab yang di turunkan dari langit ke muka bumi semuanya berjumlah 104 kitab dengan rincian sebagai berikut : Nabi Syits 60 kitab, Nabi Ibrahim 30 kitab, Nabi Musa sebelum kitab Taurat 10 kitab, Taurat, Injil, Zabur, Al-Furqon atau Al-Qur’an,
Makna-makna yang terkandung dalam setiap kitab suci semuanya dirangkum dalam Al-Qur’an, makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an dirangkum semuanya dalam surat Al-Fatihah dan makna-makna yang terkandung dalam surat Al-Fatihah dirangkum dalam kalimat Bismillah.
Makna-makna yang terkandung dalam kalimat Bismillah dirangkum dalam huruf Ba nya, makna yang terkandung dalam huruf Ba adalah “Olehku telah terjadi sesuatu yg telah terjadi dan olehku akan terjadi sesuatu yang akan terjadi”
Sebagian Ulama menambahkan, makna yang terkandung dalam huruf Ba di rangkum lagi dalam titik pada huruf Ba dan titik itu satu, menunjukan bahwa Allah Swt adalah satu, tidak ada bilangannya.
Dan jumlah huruf Bismillah yang tertera adalah 19 huruf dan jumlah penjaga neraka pun sama sebanyak 19 Malaikat penjaga, Sebagaimana firman Allah Swt : “Di atas neraka terdapat 19 malaikat penjaga” (QS. Al-Mudatsir 30)
Ibnu Masud berkata, Barang siapa meginginkan agar Allah melindunginya dari Malaikat Zabaniyyah sang penjaga neraka maka hendaknya sering membaca Bismillah, agar Allah menjadikan setiap huruf Bismillah sebagai benteng penghalang dari api neraka.
Diriwayatkan, bahwasanya apa bila ahli sorga hendak memasuki sorga, mereka akan mengucapkan : “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah yang menjadikan kami harus membenarkan janji Nya, Dia yang menjadikan bumi sebagai tempat kami berpijak, agar kami mempersiapkan diri memasuki sorga dari pintu manapun kami masuk, sebaik-baiknya pahala dari segenap alam”.
Dan apabila ahli neraka hendak memasuki neraka, mereka pada mengucapkan : “Tuhan kami tidaklah berbuat jahat kepada kami, akan tetapi kamilah yang berbuat jahat terhadap diri kami sendiri”.

HIKAYAT MUKJIZAT BISMILLAH
Dihikayatkan, ada Syetan gemuk bertemu Syetan kurus, kemudian si gemuk bertanya pada si kurus ;
Si Gemuk : Hai kawan apa yang membuatmu kurus?
Si Kurus : Aku bernasib sial, karena aku berada di samping manusia yang apa bila dia masuk ke rumah dia baca Bismillah, apabila mau makan dia baca Bismillah hingga aku tidak dapat mengikutinya akhirnya aku menjadi kurus karenanya.
Si Gemuk : Sungguh aku beruntung, berada di samping manusia yang tidak tahu apa-apa dari hal demikian, maka aku dapat mengikutinya dalam makan, berpakaian, bersenggama kemudian aku dapat menaiki pundaknya seperti menunggang kuda.
Yang memberikan pertanda kebenaran akan hikayat tersebut adalah hadits riwayat Abu Daud da At-Turmudzi, Baginda Nabi Muhammad Saw bersabda : “Apa bila diantara kamu memulai makan maka sebutlah nama Allah apa bila kamu lupa tida menyebutnya di permulaan makan maka ucapkanlah” :
بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
artinya : “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.
Membaca Bismillah ketika minum susu, minum air, mandi, makan kuah sayur, makan obat atau minuman lainnya adalah sama seperti membaca Bismillah ketika mau makan.
Membaca Bismillah cukup dengan kalimat Bismillah saja namun apa bila di tambah dengan Arrohman Arrohiim maka itu lebih baik.
Dalam hadits riwayat Muslim Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya Syetan masuk pada makanan yang tidak di bacakan nama Allah pada makanan itu”. (HBA)
Tausiyah Rutin PTA Medan : Amalan Ringan Penghapus Dosa Pendulang Pahala

Medan PTA Medan.
Amalan ringan penghapus dosa pendulang pahala itulah judul ceramah
yang disampaikan Drs.H.Turiman, SH Hakim Tinggi PTA Medan dalam tausiahnya di hadapan jemaah musholla Al Mizan selesai sholat ashar berjemaah pada Jum’at tanggal 27 Maret 2015.
Amalan dimaksud adalah melaksanakan sholat fardu berjemaah sehingga mendapat pahala 27 derjat, yang juga sama nilainya dengan 25 sholat munfarid, sama nilainya dengan sholat semalaman, dapat mendatangkan kebaikan menghapus kejahatan, dan mengangkat derjat, terbebas dari api neraka dan sifat munafik, serta memperoleh kemudahan masuk sorga.
Lebih lanjut dikatakan amalan-amalan tersebut ada disebutkan dalam hadist-hadist soheh Rasululullah SAW seperti salah satu diantaranya hadist yang di Riwayatkan Buhari Rasulullah SAW bersabda Barangsiapa sholat berjemaah, maka Allah SWT mencatat baginya sepuluh kebaikan dan menghapuskan darinya sepuluh kejahatan saat berangkat dan pulang serta mengankat baginya sepuluh derjat.
Dikemukakan lebih lanjut bahwa selain dari amalan tersebut masih ada lagi amalan ringan penghapus dosa dan pendulang pahala yaitu sholat sunat rawatib yang mengiringi sholat fardu lima waktu yaitu 10 yang muakkad yaitu dua rekaat sebelum zuhur dan dua rekaat sesudahnya, dua rekaat sesudah maqrib, dua rekaat sesudah isa dan dua rekaat sebelum subuh. Yang fungsinya sebagai penambal sholat fardu jika ada kekurangan sempurnanya.
Adapun hikmah melaksanakan sholat sunat rawatib menurut H Turiman adalah terhindar dari api neraka dan memperoleh surga, memperoleh Rahmat Allah serta lebih utama dari pada dunia seisinya. Hal ini juga tersebut dalam hadist Rasulullah SAW yaitu “ Abdullah bin Umar r.a bertanya kepada Rasulluih “ Ya Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dengan amalan itu Allah memberikan kebaikan kepadaku ? Rasulullah SAW bersabda Tetaplah melakukan sholat dua rekaat sebelum fajar (sholat sunah sebelum sholat subuh) karena sesungghnya didalamnya terdapat melebihi dunia seisinya .(hba)
BERLAKU ADIL KEPADA YANG BERHAK
PTA Medan, Jumat 27 Pebruari 2015
Ceramah/Bina mental ba'da sholat Ashar pada hari Jumat 27 Pebruari 2015 berlangsung di Musholla Al Mizan PTA Medan disampaikan oleh pencermah Hakim Pengadilan Tinggi Agama Medan H.Yazid Bustami Dalimuthe SH.
Acara tersebut di ikuti dan dihadiri oleh Ketua PTA Medan Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, Wakil Ketua Dr.Hj.Djazimah Muqoddas SH.M.Hum, para Hakim Tinggi, pejabat stuktural dan fungsional, karyawan/ti dan pegawai Honorer PTA Medan.
Dalam cermahnya H.Yazid Bustami Dalimunthe, menguraikan bahwa kita dilahirkan oleh ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu dan sekarang sudah diberi pengelihatan dan hati agar kita mampu pergunakan dengan yang baik dan harus kita syukuri.
Dikemukakan bahwa dahulu waktu dilahirkan tidak tahu sekarang sudah menjadi tahu dahulu kita kecil sekarang sudah menjadi besar dan dewasa dan rambutpun sudah menjadi putih, tetapi sangat sedikit orang yang mau bersyukur dan berbuat baik. Uraian ini disebutkan oleh penceramah berdasarkan dalil dalam al qur’an Surat An Nahl ayat 78 . “ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, pengelihatan dan hati agar kamu bersyukur “
Dibagian lain Penceramah menguraikan tentang keadilan dimana kita dianjurkan untuk berbuat adil dan berbuat baik dari sekarang sampai yang akan datang. Berbuat dan berlaku adillah kepada yang berhak karena orang yang berhak dapatkan keadilan jika tidak diberikan dia merasa dizolimi dan teraniaya.
Dikemukakan lebih lanjut oleh H Yazid Bustami Dalimunthe, SH, bahwa keadilan terwujud dalam perikatan, untuk tercapainya keadilan tersebut kita harus berbuat ikhsan, bersifat memberi dan mencegah kemungkaran sebagaimana tersebut dalam al quran surat AnNahl ayat 90 “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (hba)
Ketua PTA Medan Ceramah Ba’da Asar
HUKUM HP BERDERING KETIKA SHOLAT
PTA Medan, Jumat 13 Pebruari 2015
Ceramah/Bina mental ba'da sholat Ashar pada hari Jumat 13 Pebruari 2015 berlangsung di Musholla Al Mizan PTA Medan disampaikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M. H. Acara tersebut di ikuti oleh para Hakim Tinggi, pejabat stuktural dan fungsional, karyawan/i dan pegawai Honorer serta anak PKL PTA Medan. Setelah sholat Asar berjemaah yang diimami Drs.H. Armia Jalil, S.H., M.H, kemudian Drs. Abd. Hafizun, S.H., M.A selaku Moderator/Pembawa Acara membuka acara ceramah/tausiah dengan mengucapkan lafaz Basmallah dan mempersilakan kepada Bapak Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, menyampaikan cermahnya.
Dalam cermahnya Ketua PTA Medan Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, menguraikan tentang permasah berderingnya panggilan HP ketika seseorang sedang sholat. Sebagai contoh dalam keadaan sholat sendiri atau berjamaah kemudian HP berbunyi ada panggilan dan untuk mematikan HP perlu gerakan lebih dari tiga gerakan karena merogohnya susah, buka sarung HP, HP dikunci ?. untuk menjawab hal ini kita perhatikan bahwa Shalat adalah ibadah yang secara tehnis pelaksanaannya sangatlah rinci dijelaskan oleh Rasulullah saw, karenanya Rasulullah saw bersabda yang “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”.
Bahwa yang termasuk telah dijelaskan oleh Rasulullah saw dengan sangat rinci adalah hal-hal yang tidak membatalkan shalat, apabila kita kerjakan saat kita shalat, diantaranya: menggendong bayi (sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw dengan menggendong Umamah binti Zainab ketika beliau shalat (HR.Bukhari dan Muslim), membunuh binatang yang membahayakan (sebagaimana perintah Rasulullah saw untuk membunuh ular dan kala jengking saat shalat / HR. Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi), menggaruk badan ketika gatal (sebagaimana dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib / HR.Bukhari ) dan yang lainnya.
Dari itu semua, bisa disimpulkan, bahwa gerakan-gerakan dalam shalat, selama itu dilakukan untuk kesempurnaan shalat, dan apabila tidak dilakukan justru akan mengganggu shalat, insya Allah tidak membatalkan.
Oleh karenanya, mematikan HP yang lupa untuk dimatikan ketika shalat, kemudian berdering saat shalat, yang apabila tidak kita matikan, justru akan menganggu shalat kita dan shalat orang lain, maka insya Allah tidak membatalkan salat, meskipun harus dengan cara mengeluarkannya dulu dari kantong celana.
Dalam konteks lain bahwa bergerak dalam shalat, tidaklah terlarang secara mutlak. Dan melakukan banyak gerakan yang dibutuhkan, tidaklah membatalkan shalatnya. Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan banyak gerakan dalam shalatnya. Dan itu beliau lakukan ketika dalam shalat. Artinya, gerakan yang banyak ketika shalat dan itu dibutuhkan, tidaklah membatalkan shalat.
Dapat di ambil suatu kesimpulan bahwa, mematikan hp yang berdering ketika shalat, termasuk gerakan yang sangat dibutuhkan. Bahkan melakukan gerakan yang dibutuhkan, bisa menjaga ke-khusyu-an shalat. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan;
إزالة التشويش عن المصلي بكل طريق محافظة على الخشوع
“Menghilangkan segala yang mengganggu orang yang sholat dengan cara apapun, dapat menjaga untuk terus khusyuk.” (Fathul Bari, 2/389).
Mengingat suara hp sangat mengganggu, Para ulama kontemporer memfatwakan, dibolehkan bagi orang yang shalat untuk melakukan gerakan tangan dalam rangka mematikan suara hpnya yang mengganggu.
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
وأما من نسِي إغلاقها فلا تلحقه تبعة، وعليه أن يبادر بكتم الصوت ولو في الصلاة، فإن تلك حركة يسيرة لا أثر لها في صحة الصلاة .
”Sementara orang yang lupa mematikan hpnya, dia tidak dianggap melakukan dosa, namun dia harus segera mematikan suara hpnya, meskipun dia sedang shalat. Karena semacam ini hanya gerakan ringan, yang sama sekali tidak mempengaruhi gerakan keabsahan shalat.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, 119943)
Selanjutnya dibolehkan mengangkat telpon dengan jawaban tasbih. Dalam Kumpulan Fatwa Lajnah Daimah dinyatakan,
إذا كان المصلي بالحالة التي ذكرت وأخذ التليفون يرن جاز له أن يرفع السماعة ولو تقدم قليلاً أو تأخر كذلك، أو أخذ عن يمينه أو شماله، بشرط أن يكون مستقبل القبلة، وأن يقول: سبحان الله؛ تنبيهًا للمتكلم بالتليفون
Apabila ada orang yang shalat, lalu telponnyanya berdering, dia boleh mengangkatnya, meskipun maju sedikit atau mundur sedikit. Baik diambil dengn tangan kanan atau tangan kiri. Dengan syarat, tetap menghadap kiblat. Hendaknya dia sampaikan, “Subhanallah.” untuk mengingatkan orang yang menelpon. (Majmu’ Fatwa Lajnah Daimah, no. 1870)
Fatwa ini berdasarkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
من نابه شيء في صلاته فَلْيَقُلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ
Siapa yang mengalami sesuatu dalam shalatnya, hendaknya dia mengucapkan : Subhanallah. (HR. Bukhari 1218, Muslim 421, dan yang lainnya).
Kesimpulan, Jadi dalam hal ini tidak usah batalkan sholat karena tidak boleh membatalkan sholat tanpa udzur. Matikan saja HP nya.
Sebagaimana diketahui bahwa Ceramah Agama atau tausiah di Musholla Al Mizan PTA Medan di jadwalkan setiap Jum’at dua kali dalam sebulan selesai sholat Ashar berjemaah yang di ikuti oleh seluruh Hakim Tinggi dan Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan pencermah secara bergilir disampaikan oleh Yang Mulia Hakim Tinggi PTA Medan. Setelah selesai Sholat Ashar pada hari itu Ketua PTA Medan beramah tamah dengan sebagian jemaah mendiskusikan materi ceramah dan foto bersama. (HBa/Ah)
PEMANTAPAN IT BAGI PARA HAKIM TINGGI PTA MEDAN
Medan l www.pta-medan.go.id
Bertempat di ruang rapat Pengadilan Tinggi Agama Medan, pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2015 tepat pukul 09.00 WIB dengan dipimpin oleh Ketua PTA Medan Drs. H. Moh. Thahir, SH., MH, para Hakim Tinggi dengan laptop dihadapan masing-masing mulai melaksanakan penjelajahan di dunia maya secara bersama-sama.
Kegiatan ini adalah untuk yang pertama dilakukan ditahun 2015 dan merupakan program Pimpinan PTA Medan guna meningkatkan pengetahuan Hakim Tinggi terutama tentang dunia IT. Sedangkan fokus utama kegiatan ini adalah agar nantinya seluruh Hakim Tinggi akan mampu meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap kinerja Pengadilan Agama se Sumatera Utara.
Dalam kegiatan ini, selain Ketua PTA selaku pemberi materi, juga turut dibantu oleh para Hakim Tinggi PTA Medan yang memiliki kemampuan dalam bidang IT.
![]() |
![]() |
Secara khusus, melalui pertemuan pertama ini diharapkan agar seluruh Hakim Tinggi mempunyai kemampuan untuk mengakses seluruh informasi baik dari Mahkamah Agung RI, maupun dari Badilag, terutamanya lagi tentang upaya mengakses info perkara, laporan perkara serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pengawasan.
Dalam pengarahannya diawal pertemuan, Ketua PTA menekankan agar Para Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan lebih berpacu untuk meningkatkan kemampuan di bidang IT, karena dengan kemampuan tersebut akan sangat membantu didalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk dalam melakukan pengawasan pada bidang dan wilayah masing-masing.
![]() |
|
Selanjutnya seluruh Hakim Tinggi melakukan praktek membuka website hingga membuka data info perkara serta laporan perkara online yang diakses dari Badilag.net serta seluruh info lainnya.
Acara ini berlangsung sampai dengan pukul 11.30 WIB dan diikuti dengan sangat atunsias oleh para Hakim Tinggi , dan untuk lebih meningkatkan lagi pengetahuan para Hakim Tinggi tentang IT, direncanakan acara yang sama akan dilaksanakan lagi secara berkelanjutan. (sa)



