Indeks Artikel

Penulis : Erlan Naofal, S.Ag, M.Ag.

Hakim Pratama Muda PA. Sidikalang

HARGA KESUKSESAN

(sebuah refleksi)

Setiap orang siapapun dia dan apapun warna kulitnya, baik hitam, putih maupun sawo matang, tentu mengharapkan dan menginginkan sukses dalam menjalani dan mengarungi hidupnya. Kesuksesan dalam pandangan setiap orang identik dengan kemudahan memperoleh fasilitas yang menyenangkan, mendapatkan status sosial tinggi, kesejahteraan dan kebahagian artinya dalam memori publik setiap orang yang sukses dipastikan orang itu bahagia, sejahtera dan mendapatkan status sosial tinggi, meskipun sebenarnya dalam realita tidaklah pasti seperti itu, tergantung dari ukuran kesuksesan itu sendiri. Kesuksesan itu meliputi kesuksesan materil dan spiritual.

Kesuksesan materil dapat diraih dalam bentuk yang bermacam-macam, memperoleh pangkat dan jabatan yang tinggi, mendapatkan kekayaan yang banyak seperti jadi milyarder, punya mobil, rumah dimana-mana, tanah puluhan bahkan ratusan hektar, punya pabrik, meraih popularitas dan prestasi keilmuan yang sangat mengagumkan. Kesuksesan seperti ini belum tentu melahirkan ketenangan, kedamaian, kenyamanan dan kebahagian.

Untuk memperoleh kesuksesan materil ini ada dua jalan yang merupakan pilihan yaitu jalan putih dan jalan hitam. Jalan putih untuk memperoleh kesuksesan materil adalah jalan yang mengantarkan kepada kesuksesan dengan cara-cara yang dibenarkan, dan diperintahkan agama dan menjauhi cara-cara yang dilarang agama. Kesuksesan yang diperoleh dengan jalan putih seperti ini lebih berpeluang melahirkan kabahagian, ketenangan dan kesejahteraan. Sedangkan jalan hitam dalam meraih kesuksesan adalah dengan menggunakan segala cara tanpa memperhitungkan aturan dan norma-norma agama, seperti untuk memperoleh jabatan berani melakukan mudahanah (menjilat), rasywah (menyogok) dan lain-lain.

Kesuksesan yang diperoleh dengan jalan seperti ini adalah kesuksesan semu belum tentu melahirkan ketenangan, kedamaian, kenyamanan dan kebahagian. Kesuksesan dengan jalan ini sering menimbulkan kesombongan, keangkuhan dan digunakan untuk menindas dan mendzalimi orang-orang yang seharusnya ia lindungi, ia ayomi dan ia kasihi. bahkan tidak sedikit orang yang meraih kesuksesan seperti itu bukannya memperoleh kebahagian malah ada yang sampai bunuh diri seperti Marlyn Monroe, Kesuksesan ini hanya berdimensi duniawi yang akan lenyapnya dengan matinya sang pemilik kesuksesan.

Kesuksesan spiritual adalah kesuksesan yang melahirkan kebahagian, ketenangan dan ketentraman. Kesuksesan seperti ini hanya dapat diperoleh dengan ketundukan dan kepasrahan yang total atas berbagai aturan yang Allah tetapkan disertai prasangka-prasangka baik kepada-Nya. Segala aturan Allah ia laksankan dengan penuh keikhlasan, ringan tanpa beban dan tanpa paksaan.

Berkaitan dengan kesuksesan, Al-Ghazali mengelompokkan manusia kepada 4 golongan yaitu;

1. sukses di dunia dan di akhirat.

2. sukses di akhirat namun kurang beruntung di dunia

3. sukses di dunia namun merugi di akhirat

4. merugi di dunia dan di akhirat.

 

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg